MATA INDONESIA, JAKARTA– Sektor pertanian dan ekonomi kreatif dinilai mampu menjadi motor percepatan pemulihan ekonomi di tengah pandemi covid-19 melalui inovasi dan kreativitas.
“Ekonomi kreatif dapat menjadi motor penggerak percepatan pemulihan ekonomi nasional, selain sektor pertanian,” ujar Ketua Center for Strategic Policy Studies (CSPS) Sekolah Kajian Stratejik Global, Guntur Subagja di Jakarta.
Guntur mengatakan potensi ekonomi kreatif Indonesia sangat besar dengan beragam jenis produknya, mulai industri kreatif, industri budaya, kuliner dan makanan, maupun produk berbasis teknologi digital.
Ada tiga jenis ekonomi kreatif yang menjadi unggulan saat ini, yaitu: industri kuliner, fesyen dan kriya (kerajinan), selain itu ada dua yang potensial sebagai unggulan yaitu aplikasi startup berbasis teknologi digital dan industri konten (content provider).
“Ini dapat menciptakan lapangan kerja dan menyerap tenaga kerja, dapat menjadi solusi bagi angkatan kerja baru maupun korban PHK akibat pandemi. Bidang-bidang tersebut juga diminati milenial,” katanya.
Mengutip data Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, dia menyebutkan sektor ekonomi kreatif memberikan kontribusi sebesar Rp 1,105 triliun terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.
Kontribusi ini menjadikan Indonesia menjadi peringkat ketiga ekonomi kreatif dunia, setelah Amerika Serikat dan Korea Selatan. Ekonomi kreatif juga menyerap 17 juta tenaga kerja.
“Indonesia memiliki potensi besar dalam ekonomi kreatif, saya mengajak milenial belajar dari Korea Selatan yang sukses mengemas seni dan budaya menjadi industri kreatif yang menembus pasar global,” katanya.