Persija: Riko Simanjuntak Pulih dari Covid-19, Giliran Pelatih yang Terpapar

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Gelandang Persija Jakarta, Riko Simanjuntak dinyatakan pulih 100 persen dari Covid-19. Tapi, kini giliran pelatih Sudirman yang terpapar.

Tes Swab PCS yang dilakukan Riko pada Rabu 2 Februari 2022 hasilnya negatif. Dia sudah bisa kembali ke dalam tim untuk mempersiapkan diri tampil di pertandingan melawan Arema FC, Sabtu 5 Februari 2022 di Stadion Kapten I Wayan Dipta.

Selama positif Covid-19, Riko absen di dua pertandingan Persija melawan Persita dan Persiraja.

“Saya bersyukur akhirnya bisa pulih dari Covid-19. Saat ini saya akan fokus mempersiapkan diri untuk membantu tim di laga selanjutnya,” ujarnya.

“Saya pun mendoakan teman-teman yang sedang terpapar Covid-19 agar bisa lekas pulih dan bisa segera bergabung dengan tim. Semoga penularan Covid-19, khususnya di Liga 1 bisa ditekan sehingga tak ada kasus baru lagi. Tetap semangat kawan-kawan,” katanya.

Di saat Riko sudah pulih dari Covid-19, ada tambahan lima kasus positif di tim Persija, dimana salah satunya adalah sang pelatih, Sudirman.

Official Persija tengah bekerja keras dalam memutus rantai penyebaran Covid-19 di internal tim. Memperketat bubble system dan dilarang berinteraksi dengan orang di luar tim menjadi langkah yang diambil.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini