Perhatian! Dortmund Patok Harga Haaland Rp3 T

Baca Juga

MATA INDONESIA, DORTMUND – Impian klub-klub besar Eropa mendatangkan Erling Haaland sepertinya sulit terwujud. Pasalnya, Dortmund mematok harga 180 juta Euro atau sekitar tiga triliun Rupiah.

Sejak pindah ke Dortmund pada Januari 2020, Haaland menjadi incaran banyak klub Eropa. Penampilan apik pemain asal Norwegia itu membuat banyak klub kepincut.

Di usia 20 tahun, Haaland adalah sala satu pemain terbaik dunia saat ini selain Kylian Mbappe. Beberapa waktu lalu, mantan pemain Molde itu mengukir rekor baru di Liga Champions saat Dortmund berhadapan dengan Sevilla.

Di laga itu, Haaland mencetak dua gol ke gawang Sevilla menggenapkan torehan Haaland menjadi 20 gol di Liga Champions dalam 14 pertandingan saja. Dia memecahkan catatan Harry Kane yang mencetak 20 gol dalam 24 pertandingan.

Pemain kelahiran 21 Juli itu juga tercatat sebagai pemain pertama yang bisa mencetak dua gol di empat laga beruntun. Dia mencetak dua gol melawan Club Brugge di kandang dan tandang di fase grup.

Dengan fakta-fakta tersebut, wajar banyak klub berminat mendatangkan Haaland dan salah satunya Barcelona. Klub asal Katalunya ingin menduetkannya dengan Lionel Messi, yang diyakini akan bertahan di Camp Nou.

Hanya saja, keinginan Barcelona menemui hambatan. Di tengah pandemi Covid-19 dan krisis keuangan, harga Haaland dipatok 180 juta Euro. Tak hanya Barcelona, klub-klub besar lainnya pun diyakini tak sanggup menebus harga tersebut. Demikian dikutip dari Marca, Sabtu 27 Maret 2021.

Kabarnya, Barcelona akan melakukan aksi cuci gudang pemain demi mendapatkan dana segar agar bisa menebus anak dari mantan pemain Manchester City, Alf-Inge.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini