Perfilman Indonesia Bentuk Identitas dan Budaya Bangsa

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil akan terus memberikan dukungan kepada perfilma Indonesia yang disebutnya sebagai sebuah bentuk identitas dan budaya bangsa.

“Dalam sebuah karya film banyak sekali proses budaya yang indah. Di dalamnya semua ekspresi budaya hadir,” ujar Kang Emil, dalam jumpa pers ulang tahun ke-66 Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI), Kamis 10 Maret 2022 di Gedung Sate, Bandung.

Komitmen Pemda Provinsi Jawa Barat terhadap industri film akan selalu memudahkan segala urusan shooting, dan memperbanyak tempat-tempat menonton.

“Film pertama di Indonesia itu diproduksi di Kota Bandung, namanya Lutung Kasarung. Film ini hadir tahun 1926. Semoga semua insan perfilman makin bersatu, maju, dan makin kompak, hingga mendapatkan kesuksesan luar biasa,” katanya.

Hadir pula dalam jumpa pers ulang tahun ke-66 PARFI mantan gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan. Kehadirannya merupakan bentuk dukungan pada industri perfilman nasional.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini