Penuhi Kebutuhan Rumah Masyarakat, Pemerintah Tetap Realisasikan Program Sejuta Rumah di Tengah Pandemi

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Wakil Presiden Ma’ruf Amin menyebutkan capaian program sejuta rumah tahun 2020 yang berhasil sekitar 965.217 unit atau 96,5 persen dari target.

Capaian tersebut patut disyukuri mengingat pelaksanaan program tersebut berjalan di tangah situasi pandemi Covid-19.

“Meskipun demikian, capaian tersebut cukup bagus karena di tengah kondisi perekonomian yang sulit ini, terealisasi sekitar 96,5 persen dari target yang ditetapkan,” kata Ma’ruf, Selasa 9 Februari 2021.

Ma’ruf menegaskan program satu juta rumah dicanangkan oleh pemerintah pada tahun 2015 sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan perumahan.

Sementara capaian program satu juta rumah pada tahun 2018 dan 2019 telah berhasil mencapai angka di atas satu juta unit, dengan rata-rata penyaluran kurang lebih 70 persen untuk masyarakat berpenghasilan rumah  (MBR).

“Jika dilihat dari target penyalurannya bagi MBR, maka capaian program Satu Juta Rumah untuk MBR pada tahun 2020 melampaui target, yaitu 80 persen dari target 70 persen yang ditetapkan,” kata Ma’ruf.

Ma’ruf juga mengatakan bahwa angka backlog atau kebutuhan perumahan di Tanah Air masih cukup tinggi jika dibandingkan dengan ketersediaan perumahannya.

Maka pertumbuhan penduduk juga berbarengan dengan peningkatan kebutuhan masyarakat terhadap rumah.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Pelayanan Haji 2026 Mendapat Banyak Apresiasi

*) Oleh : Deva BarunaPelaksanaan ibadah haji tahun 2026 mendapat banyak apresiasi dari para jemaahIndonesia maupun berbagai pihak yang terlibat dalam penyelenggaraannya. Berbagaipembenahan layanan yang dilakukan sejak awal keberangkatan hingga kepulangandinilai memberikan kenyamanan yang lebih baik. Tidak sedikit jemaah yang mengakumerasa lebih tenang karena sistem pelayanan yang semakin tertata dan responsif. Mulai dari proses pemberangkatan di embarkasi, pendampingan selama di Tanah Suci, hingga layanan kesehatan dan konsumsi, semuanya berjalan dengan lebih baikdibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Situasi ini menjadi gambaran bahwa upayapeningkatan kualitas pelayanan haji terus menunjukkan hasil positif.Salah satu aspek yang paling banyak mendapat perhatian adalah peningkatanpelayanan transportasi dan akomodasi. Jemaah merasakan kemudahan saatperpindahan dari satu lokasi ibadah ke lokasi lainnya karena koordinasi petugas dinilailebih sigap dan terorganisasi. Bus antarjemput yang tersedia lebih teratur sehinggamampu mengurangi kepadatan dan antrean panjang, terutama saat puncakpelaksanaan ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Selain itu, fasilitas penginapanjuga dianggap semakin nyaman dengan kebersihan yang lebih terjaga serta jarak hotel yang relatif dekat dengan pusat kegiatan ibadah. Kondisi ini membuat jemaah, khususnya lanjut usia, merasa lebih terbantu dalam menjalankan rangkaian ibadah haji...
- Advertisement -

Baca berita yang ini