Penjual Mie Ayam Daging Dipanggil Polisi Usai Parodikan Salt Bae, Ada yang Tersinggung?

Baca Juga

MATA INDONESIA, HANOI – Polisi Vietnam memanggil seorang penjual mie daging sapi yang memparodikan aksi salt bae milik Nusret Gökçe, beberapa hari setelah pejabat tinggi Vietnam tertangkap kamera sedang makan steak bertahtakan emas di restoran koki selebriti asal Turki di Kota London, Inggris.

Bui Tuan Lam yang tinggal di pusat kota Danang, mengatakan bahwa niatnya dalam membuat video, yang menunjukkan dia mengiris daging sapi rebus dan menaburkan bawang hijau ke dalam semangkuk sup mie, bukan untuk mengejek pihak tertentu.

“Video yang saya buat untuk bersenang-senang dan untuk mengiklankan toko mie daging sapi saya. Lebih banyak pelanggan datang sejak saya mempostingnya,” kata Bui Tuan Lam, yang menambahkan tidak jelas apakah ia dipanggil polisi karena videonya, melansir The Guardian, Kamis, 18 November 2021.

Pekan lalu, Gökçe mengunggah video di mana ia menyediakan makanan kepada Menteri Keamanan Publik Vietnam, To Lam, steak bertatahkan daun emas di restorannya di London, di mana steak dijual hingga 1.450 poundsterling melansir 28 juta Rupiah.

Beberapa hari kemudian, Facebook mengatakan telah membuka blokir “#saltbae hashtag, setelah menemukan tag telah diblokir secara global setelah rekaman itu muncul.

Polisi di Vietnam secara rutin memanggil para aktivis dan orang-orang yang secara terbuka mengkritik partai Komunis yang berkuasa untuk diinterogasi.

Bui Tuan Lam, pria berusia 38 tahun itu menggambarkan dirinya dalam sebuah unggahan di akun Facebook “Green Onion Bae”.

Gambar makan malam emas To Lam telah menyebabkan kegemparan baik secara online maupun offline di Vietnam, dengan banyak yang mempertanyakan bagaimana seorang pejabat partai berpangkat tinggi membiarkan dirinya difilmkan saat menikmati makanan mahal seperti itu di tengah tindakan keras negara terhadap korupsi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini