Pengamat: Kompetisi Tanpa Degradasi Langgar Statuta FIFA dan PSSI

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTAPSSI mewacanakan menggelar kompetisi Liga 1 musim ini tanpa adanya degradasi. Jika demikian, maka kompetisi tersebut melanggar statuta FIFA dan PSSI.

Rapat koordinasi antara Kemenpora, PSSI, PT LIB, dan pihak kepolisian beberapa hari lalu menyimpulkan bahwa, penerbitan surat izin menggelar kompetisi paling lambat pada 27 Mei.

Sementara itu, PSSI berencana menggulirkan kompetisi Liga 1 pada 3 Juli. Setelah satu tahun vakum karena pandemi Covid-19, akhirnya sepak bola nasional bisa berdenyut lagi. Tapi, ada satu hal yang saat ini sedang menjadi perbincangan, yakni adanya wacana kompetisi tanpa degradasi.

Rencana meniadakan degradasi di Liga 1 tapi memberikan dua slot promosi dari Lig 2 diyakini bisa menimbulkan masalah. Bila ini dilakukan, maka akan terjadi dua pelanggaran sekaligus.

“Pertama, pelanggaran Statuta FIFA BAB IV SPORTING INTEGRITY poin 10 Principle of Promotion relegation yang mengedepankan asas sporting merit,” kata pengamat sekaligus ketua Save Our Soccer (SOS), Akmal Marhali, dalam postingannya di Instagram.

“Kedua, pelanggaran Statuta PSSI pasal 27 tentang DELEGASI DAN HAK SUARA ayat 1 poin a dijelaskan bahwa Kongres PSSI diikuti oleh 88 delegasi yang terdiri dari masing-masing 18 klub peserta liga 1, satu suara per delegasi. Bila tanpa degradasi dan ada 2 slot promosi peserta Liga 1 menjadi 20,” katanya.

Sejauh ini PSSI menyebut bahwa usulan peniadaan degradasi berasal dari 13 klub Liga 1 dan 16 klub liga 2. Tapi, bentuk konkret surat permohonan masih dirahasiakan. PSSI juga telah bersurat ke FIFA, tapi sejauh ini tak ada jawaban dari FIFA yang bisa dijadikan legal standing. PSSI berencana menbawa usulan tanpa degradasi ke Kongres Tahunan pada 29 Mei 2021 yang akan digelar di Hotel Raffles, Jakarta.

“Bila dilakukan voting klub akan lebih banyak setuju tanpa degradasi. Ada yang mudah, kenapa cari yang susah? Sejauh ini yang tegas menolak tanpa degradasi hanya empat klub, Borneo FC, Persib, Persipura, dan Madura United. Yang lain abu-abu meskipun suporternya menolak tanpa degradasi,” ungkapnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Mengulik Strategi Gerindra di Pilkada Sleman, Gabung Koalisi dulu sambil Jalan Pilih Kandidat Potensial

Mata Indonesia, Sleman- Peta politik untuk pemilihan kepala daerah di Kabupaten Sleman terus berkembang dinamis menjelang Pilkada Sleman 2024. Sejumlah partai politik aktif membentuk koalisi strategis, salah satunya adalah DPC Gerindra Sleman.
- Advertisement -

Baca berita yang ini