Pengamat: Budi Daya Perikanan Dorong Kesejahteraan Warga di Masa Pandemi

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Pengamat ekonomi perikanan dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Teuku Junaidi mengatakan pemerintah daerah perlu menggencarkan pelatihan bagi warga yang tertarik untuk mengembangkan budi daya perikanan. Hal itu dilakukan agar mereka memiliki keterampilan.

Selain itu, kata dia, pemerintah daerah juga bisa membantu permodalan bagi warga yang ingin mengembangkan budi daya perikanan dalam skala rumah tangga contohnya budi daya ikan menggunakan teknologi bioflok.

“Budi daya ikan dengan teknologi ini dapat dilakukan dengan hanya memanfaatkan halaman rumah,” katanya.

Menurut dia, peran pemda sangat strategis dalam mendorong warga mengembangkan budi daya perikanan, terutama pada masa pandemi seperti sekarang ini.

“Program pelatihan dan bantuan permodalan bisa diberikan bagi mereka yang membutuhkan atau bagi mereka yang terdampak pandemi sehingga dapat memiliki alternatif pemasukan baru yang potensial untuk menyejahterakan keluarganya,” katanya.

Dia menambahkan mereka yang telah mendapat pelatihan dan berhasil menerapkannya dapat dijadikan agen perubahan yang nantinya dapat menjadi contoh bagi masyarakat lainnya.

Sementara itu, dia mengatakan bahwa usaha yang dapat dikembangkan salah satunya adalah budi daya perikanan menggunakan kolam terpal di halaman rumah dengan menggunakan teknologi bioflok.

“Teknologi Bioflok bukan hal yang baru di dunia perikanan, khususnya budi daya ikan air tawar. Pemerhati perikanan melihat usaha bioflok dapat dijadikan prioritas untuk ditularkan pada masyarakat,” katanya.

Dia mengatakan teknologi bioflok dapat dilakukan dengan membuat kolam terpal yang dilengkapi aerator atau blower dan menambahkan probiotik ke dalamnya.

“Teknologi dengan bantuan bakteri akan menguraikan limbah pakan menjadi protein sel tunggal. Protein sel tunggal dalam gumpalan atau flok itulah yang menjadi pakan ikan,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini