Pengadilan Turki Hadirkan 6 Terdakwa Baru Pembunuhan Khashoggi

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Pengadilan Turki memunculkan enam terdakwa baru dalam kasus pembunuhan misterius jurnalis Jamal Khashoggi, yang sempat menyeret nama pejabat tinggi Arab Saudi hingga Putra Mahkota Mohammed bin Salman.

Mengutip Reuters, Rabu 25 November 2020, dalam persidangan di Istanbul, yang merupakan sesi kedua dari persidangan yang dimulai empat bulan lalu, pengadilan menambahkan enam terdakwa baru dalam daftar 20 pejabat Saudi yang sudah diadili.

Dakwaan ini menjerat Wakil Konsulat Saudi dan atase dengan tuduhan rencana pembunuhan. Lalu empat lainnya, adalah warga Saudi yang didakwa telah merusak bukti kasus tersebut.

Dakwaan pertama menuduh dua pejabat tinggi Saudi, mantan wakil kepala intelijen umum Arab Saudi Ahmed al-Asiri dan mantan penasihat pengadilan kerajaan Saud al-Qahtani, telah memicu pembunuhan.

Dijelaskan bahwa 18 terdakwa lainnya diterbangkan ke Turki untuk membunuh Khashoggi, seorang jurnalis terkemuka dan terhubung dengan baik yang semakin kritis terhadap putra mahkota.

CIA dan beberapa negara Barat percaya Pangeran Mohammed memerintahkan pembunuhan itu, yang disangkal oleh pejabat Saudi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini