Pemusatan Latihan Usai, Timnas U-16 Kumpul Lagi Bulan Depan

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Tim Nasional Indonesia U-16 telah menyelesaikan pemusatan latihan (TC) Sabtu 3 Oktober 2020. Mereka akan berkumpul lagi pada November.

Pasukan Bima Sakti itu telah berlatih di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Kabupaten Bekasi selama kurang lebih dua minggu, yang bermula pada 20 September 2020 dan berakhir 3 Oktober 2020.

Untuk pemusatan latihan bulan ini, Bima menyembutkan, timnya sudah banyak berkembang lebih baik dari TC bulan sebelumnya. TC selanjutnya akan berlangsung bulan depan.

“Alhamdulillah, semua berjalan dengan lancar. Yang pasti fisik mereka lebih kuat, faktor-faktor teknik dan lainnya juga meningkat secara signifikan, organisasi bertahan dan transisi sudah semakin bagus,” kata Bima, di laman resmi PSSI.

“Hari ini kami latihan dengan tempo rendah, salah satunya kami berlatih passing, rondo, dan yang terakhir internal game. Ada juga permainan bola yang kami buat seperti bola voli, dimana lima lawan lima pemain dibagi menjadi empat tim yang saling berhadapan,” tambah Bima.

“Itu yang menjadikan tim ini suatu kesatuan, kekompakan, komunikasi dan faktor lainnya yang berhubungan dengan sepak bola semakin baik dan terus meningkat setiap saat,” ungkap Bima.

PSSI menyiapkan Timnas U-16 untuk menghadapi Piala AFC U-16 2020 yang rencananya akan digelar pada awal tahun 2021 mendatang.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini