Pemusatan Latihan Timnas Indonesia untuk SEA Games Rampung

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Timnas Indonesia merampungkan pemusatan latihan (TC) yang berjalan selama satu pekan. TC ini sebagai persiapan tampil di SEA Games 2021.

TC ditutup dengan laga internal game, dimana pelatih kepala tim, Shin Tae-yong membagi tim menjadi dua, tim Biru dan tim Oranye.

Laga dimenangkan oleh tim Oranye dengan Syahrian Abimanyu memborong dua gol kemenangan tim yang berkesudahan dengan skor 2-0, pada laga yang berlangsung di Lapangan D (Panahan) kompleks Stadion Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta, Kamis 31 Desember 2020.

Usai laga dan melihat perkembangan tim selama pemusatan latihan, Shin Tae-yong mengatakan dirinya lebih fokus lebih dahulu ke pemulihan fisik.

“Saya tekankan dan fokus untuk pengembalian fisik dasar pemain, setelah melihat mereka tidak melakukan aktivitas di tim, dan dengan tak ada latihan, mereka mungkin satu hingga dua bulan libur,” ujar Shin Tae-yong, di laman resmi PSSI.

“Kita juga sengaja membuat pertandingan internal dengan durasi waktu 25 menit dikali dua. Melihat para pemain saya rasa cukup dan sangat puas dengan kemampuan anak-anak yang sangat bagus, serta fisik mereka cukup bagus,” tambahnya.

Ajang SEA Games 2021 akan digelar di Vietnam pada November mendatang. Timnas Indonesia pada SEA Games 2019 di Filipina meraih medali perak usai kalah dari Vietnam di laga final dengan skor 0-3.

Shin Tae-yong dijadwalkan terbang ke Spanyol, Sabtu 2 Januari 2021 untuk bergabung dengan timnas U-19 yang menjalani pemusatan latihan di Negeri Matador.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini