Pemkot Tangsel Desak Perombakan Total WTP Serpong Lagoon Buntut Temuan Bakteri E. coli

Baca Juga

TANGERANG SELATAN, Minews – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengambil sikap tegas menyusul merebaknya kasus muntaber yang menerpa warga Perumahan Serpong Lagoon. Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan, menginstruksikan pengelola Water Treatment Plant (WTP) setempat untuk segera menghentikan operasional fasilitas, menyediakan pasokan air bersih alternatif, serta merombak total instalasi pengolahan air hingga jaringan distribusinya.

Instruksi tersebut disampaikan Pilar di hadapan perwakilan warga dan sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dalam kunjungan darurat serta rapat koordinasi di kawasan Perumahan Serpong Lagoon, Kelurahan Keranggan, Kecamatan Setu, Kamis (15/10/2026).

“Pemkot Tangsel melalui Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang akan mengevaluasi instalasi untuk memastikan apakah permasalahan berasal dari proses pengolahan atau jaringan distribusi air. Pengelola juga diminta melakukan pembersihan dan desinfeksi instalasi, mengoptimalkan klorinasi, serta memeriksa jaringan pipa untuk mengidentifikasi kemungkinan kebocoran,” kata Pilar.

Kasus ini bermunculan setelah warga Perumahan Serpong Lagoon mengeluhkan gangguan kesehatan pencernaan, khususnya muntaber, yang belakangan diindikasikan kuat berkaitan erat dengan kontaminasi bakteri Escherichia coli (E. coli) pada jaringan air bersih perumahan.

Sebagai langkah respons cepat, Dinas Kesehatan Kota Tangsel bersama Puskesmas Keranggan langsung bergerak melakukan penyelidikan epidemiologi secara intensif. Tim mengambil tiga sampel air untuk diuji di laboratorium kesehatan daerah. Hasilnya menunjukkan angka kontaminasi E. coli yang sangat mengkhawatirkan yakni Reservoir WTP mencatatkan angka 14, kemudian sampel rumah warga yang menggunakan filter mencatatkan angka 660 dan sampel rumah warga tanpa filter mencatatkan angka tertinggi sebesar 956.

Temuan ini membuktikan bahwa seluruh sampel positif terpapar bakteri E. coli jauh di atas ambang batas normal, sehingga penggunaan air WTP harus dihentikan sementara hingga hasil pemeriksaan memastikan kualitasnya aman.

Menanggapi krisis kesehatan ini, Pilar Saga Ichsan menegaskan bahwa penanganan tidak boleh dilakukan secara setengah-setengah. “Dengan adanya permasalahan ini, pihak pengelola harus ikut bertanggung jawab memberikan distribusi air bersih, entah dari mana. Yang penting standar mutu bakunya terpenuhi,” ujar Pilar.

Terkait perbaikan menyeluruh instalasi dan jaringan pipa, Pilar menyebut bahwa WTP ini bisa dibenahi secara total. “Jadi bukan pembenahan sedikit-sedikit, tetapi secara menyeluruh, mulai dari pengolahan air sampai pendistribusian dan jalur pemipaannya. Itu harus diperbaiki sesuai standar,” tegasnya.



Pemkot Tangsel pun berharap penyelesaiannya tidak bisa jangka pendek atau jangka menengah. “Saya harap ini jangka panjang, ya, jangka panjang, ya. Sekali lagi saya di sini karena care (peduli) terhadap semua. Saya care terhadap yang pasti nomor satu kepada warga kami. Maka dari itu duduk bersama dengan Dinas Cipta Karya untuk mengecek apakah ada saluran yang bocor atau tidak,” kata dia.



Selain poin-poin tersebut, Pemkot Tangsel melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Kesehatan juga akan mengawasi ketat kualitas air alternatif yang didistribusikan. Pengelola pun diminta agar segera merampungkan persyaratan administrasi serta bersikap terbuka kepada pemerintah daerah mengenai kendala operasional yang dihadapi demi keselamatan warga perumahan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Pemerintah Percepat Rehab-Rekon Bencana agar Warga Segera Pulih

Mata Indonesia, JAKARTA — Pemerintah mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab-rekon) pascabencana untuk memulihkan kehidupan masyarakat sekaligus membangun infrastruktur yang...
- Advertisement -

Baca berita yang ini