Pemkab Sleman Canangkan Kawasan Pertanian Padi Sehat

Baca Juga

Mata Indonesia, Sleman – Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Sleman kembali mencanangkan kawasan pertanian sehat. Kali ini, pencanangan dilakukan untuk komoditas padi di wilayah Kalurahan Sendangrejo, Kapanewon Minggir, pada Kamis (5/10).

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo hadir sekaligus mencanangkan secara langsung kawasan pertanian sehat komoditas padi pada tiga kelompok tani di wilayah Kalurahan Sendangrejo dan Sendangarum, Kapanewon Minggir.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sleman mengatakan pencanangan ini merupakan upaya dalam mengembangkan pertanian yang sehat dan ramah lingkungan, serta meningkatkan kesejahteraan petani di Sleman.

“Tuntutan yang tinggi akan kesehatan manusia dan lingkungan mendorong kita menerapkan budidaya tanaman secara sehat, ramah lingkungan dan berkelanjutan. Maka dari itu, Pemerintah menggecarkan sistem budidaya sehat, setelah dimulai dari komoditas telur dan sekarang padi,” jelasnya.

Kustini menilai, peningkatan produksi pertanian tidak melulu dari sisi kuantitas saja, tetapi juga dari sisi kualitas. Menurutnya dengan adanya kawasan pertanian sehat ini, diharapkan dapat meningkatkan kualitas produk – produk pertanian Sleman sehingga nilai ekonominya pun ikut naik dan baik untuk kesejahteraan petani.

“Selain berpengaruh kepada kesejahteraan para petani, peningkatan kualitas produksi pertanian juga tentu akan berpengaruh kepada perlindungan konsumen dan mendukung generasi yang sehat dan berkualitas,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Sleman, Suparmono menuturkan bahwa Budidaya Tanaman Sehat merupakan metode budidaya yang diadopsi dari salah satu prinsip Pengendalian Hama Terpadu, dimana dalam membudidayakan tanamannya memadukan semua tehnologi budidaya berbasis ramah lingkungan sehingga dihasilkan tanaman yang sehat, lingkungan yang lestari dan produk yang aman konsumsi.

“Budidaya Tanaman Sehat dilaksanakan dengan mengoptimalkan peran seluruh komponen agroekosistem seperti musuh alami dan mikroorganisme menguntungkan yang berasosiasi dengan tanaman sehingga kesehatan tanaman, tanah, dan lingkungan akan semakin meningkat,” jelasnya.

Menurut Suparmono, Budidaya Tanaman Padi Sehat akan menjadi solusi hidup sehat yang harus selalu kita jaga dan lestarikan untuk keberlangsungan masyarakat yang sehat. Terlebih, kebutuhan akan beras saat ini sangat tinggi, meningkatkan peluang terjadinya kegiatan budidaya padi yang intensif (2-3 kali setahun).

“Apabila kegiatan budidaya tersebut tidak dikelola dengan benar dapat menurunkan kualitas lahan budidaya padi akibat ketidakseimbangan ekosistem. Oleh karena itu perlu adanya upaya mengembalikan kondisi kesuburan tanah agar tanaman padi dapat berkembang dengan baik,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan panen bersama oleh Bupati Sleman beserta jajarannya. Selain itu juga diserahkan bantuan benih padi, pestisida biologi, pembenah tanah, pupuk hayati padat dan pupuk organik padat, kepada sejumlah Gapoktan di wilayah Sleman.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Bansos Ganda Ramadan dan Penguatan Jaring Pengaman Sosial

Oleh: Novi Anggina Andayani *) Selama Ramadan 2026, Kementerian Sosial Republik Indonesia menegaskankomitmennya memperkuat jaring pengaman sosial melalui kebijakan bansos gandayang terintegrasi dengan agenda pemberdayaan ekonomi desa. Kebijakan ini dirancangbukan hanya untuk menjaga stabilitas daya beli masyarakat prasejahtera selama bulansuci, tetapi juga sebagai langkah strategis membangun fondasi kemandirian ekonomiberbasis komunitas. Negara hadir secara utuh yakni melindungi kelompok rentansekaligus menyiapkan jalan transformasi menuju kesejahteraan yang berkelanjutan. Skema bansos ganda mencakup pencairan Bantuan Pangan Non-Tunai atau Program Sembako sebesar Rp600.000 per Keluarga Penerima Manfaat yang dirapel untuk tigabulan sekaligus pada awal tahun 2026. Penyaluran dilakukan melalui Kartu KeluargaSejahtera yang terhubung dengan bank-bank Himbara seperti Bank Rakyat Indonesia, Bank Negara Indonesia, Bank Mandiri, serta Bank Syariah Indonesia. Sistem inimemastikan bantuan tersalurkan secara transparan, akuntabel, dan efisien hingga kepelosok daerah, sekaligus memperkuat inklusi keuangan nasional. Selain transfer tunai, pemerintah menyalurkan paket pangan tambahan berupa 20 kilogram beras premium dan 4...
- Advertisement -

Baca berita yang ini