Pemkab Sleman Ajak Pelaku UMKM Untuk Jaga Kualitas Produk

Baca Juga

Mata Indonesia, Sleman – Pasar Lebaran Sleman kembali digelar pada tahun 2023. Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo didampingi jajaran Forkopimda, membuka kegiatan yang berlangsung di area lapangan Pemda Sleman hari ini, Kamis (13/4). Pasar Lebaran Sleman dapat dikunjungi masyarakat mulai dari 12-15 April 2023 pada pukul 08.00-18.00 WIB.

Bupati Kustini Sri Purnomo menyampaikan, digelarnya Pasar Lebaran Sleman menjadi ajang positif untuk mengisi jelang Hari Raya Idul Fitri. Tak hanya menjadi rekomendasi pusat takjil di Sleman, Pasar Lebaran Sleman juga disebut Bupati menjadi upaya Pemerintah Kabupaten Sleman untuk mendorong penggunaan produk lokal Sleman dan nglarisi pelaku UMKM.

Dengan dibukanya Pasar Lebaran Sleman, Bupati mengajak seluruh masyarakat terutama ASN di lingkup Kabupaten Sleman untuk berbelanja di area Lapangan Pemda tersebut. Bupati berharap, dengan dukungan semua pihak, UMKM di Kabupaten dapat semakin berkembang dan dikenal luas oleh masyarakat.

“Kegiatan positif ini harus kita dukung bersama. Maka dari itu, monggo kita ramaikan pasar Lebaran Sleman yang ada sampai di hari Sabtu besok, silakan diborong dan dilarisi. Mari kita dukung UMKM Sleman bersama-sama,” ujar Bupati.

Bupati juga berpesan, pelaku UMKM perlu memperhatikan kualitas produk yang ditawarkan. Sebab hanya dengan kualitas yang terjaga dengan baik, maka pelanggan tidak akan segan untuk kembali membeli produk dikemudian hari.

“Saya mengharapkan kepada para pelaku UMKM di Sleman untuk selalu menjaga ketersediaan dan kualitas produknya. Konsumen akan percaya dan menggunakan produk UMKM jika produksinya lancar dan kualitasnya bagus,” tambah Bupati.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sleman, R Haris Martapa, melaporkan bahwa pasar Lebaran Sleman 2023 mengangkat tema “Bangga Berlebaran dengan Borong Bareng Produk Sleman Untuk Nyawiji lan Murakabi, Sesarengan mBangun Sleman”. Dengan melibatkan 115 peserta yang terdiri dari UMKM dan Koperasi, kegiatan tahunan itu memiliki tujuan untuk menggeliatkan kembali UMKM Sleman di masa pasca pandemi.

“Di Pasar Lebaran Sleman kami juga memiliki sembako murah. Sehingga masyarakat bisa membeli beras, minyak goreng, gula pasir, tepung terigu dan produk olahan ayam dengan harga terjangkau,” kata Haris.

Di samping itu, acara Pasar Lebaran Sleman juga membagikan sebanyak 443 paket sembako bagi keluarga kurang mampu yang berada di sekitar lingkungan kantor Pemerintah Kabupaten Sleman. Pada momen pembukaan, Bupati Kustini sekaligus menyerahkan paket sembako secara simbolis kepada 8 perwakilan penerima yang hadir.

Pasar Lebaran Sleman menyuguhkan berbagai stan menarik, mulai dari stan kuliner, stan fashion, stan flora,hampers hingga layanan konsultasi UMKM. Tak hanya itu, juga terdapat berbagai lomba, penampilan hiburan, dan pelatihan kerajinan yang bisa diikuti masyarakat. Dan pada momen jelang berbuka puasa, masyarakat juga bisa menikmati tausyiah dan takjil gratis di Pasar Lebaran Sleman.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini