Pemkab Sleman Ajak Masyarakat Gemar Makan Ikan

Baca Juga

Mata Indonesia, Sleman – Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo mengunjungi Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Makmur Lestari di Padukuhan Tambakbayan, Caturtunggal, Depok. Dalam acara tersebut, Bupati Sleman memberikan arahan sekaligus secara simbolis memberikan sedekah ikan dan mengajak masyarakat untuk Gemar Makan Ikan (Gemari)

Dalam arahannya, Kustini mengapresiasi Kelompok Makmur Lestari dalam inisiasinya memanfaatkan tanah kas desa untuk menjadi lahan produktif. Ia berharap dengan adanya Kelompok Pembudidaya Ikan Makmur Lestari dapat mengangkat perekonomian masyarakat Tambakbayan. Untuk itu, Kustini mengatakan bahwa Pemkab Sleman melalui Dinas Pertanian Pangam dan Perikanan akan melakukan pendampingan serta dukungan yang diperlukan.

“Saya berharap ke depan Pokdakan Makmur Lestari dapat terus berkontribusi dalam pemberdayaan masyarakat Tambakbayan dan dapat mengembangkan agar lebih produktif,” ujarnya

Lebih lanjut, Kustini juga mengajak masyarakat untuk gemar makan ikan karena ikan memiliki manfaat bagi kecerdasan dan kesehatan anak. Menurutnya, dengan gemari kedepan dapat memenuhi gizi anak di Kabupaten Sleman sehingga dapat menekan prevalensi Stunting.

“Saya juga mengajak masyarakat Tambakbayan untuk gemar makan ikan karena baik untuk kesehatan serta dapat memenuhi kebutuhan gizi anak-anak kita,” ujar Kustini

Sementara itu, Ketua Pokdakan Makmur Lestari, Supriyanto melaporkan bahwa saat ini terdapat 60 anggota yang telah dikukuhkan Lurah Caturtunggal. Ia menjelaskan bahwa potensi air di Tambakbayan cukup melimpah sehingga masyarakat memanfaatkannya untuk perikanan khususnya komoditi bawal dan nila.

“Saya berterimakasih atas arahan Bupati Sleman dan kedepan berharap dukungan dari Pemkab Sleman agar bisa berdaya dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Tambakbayan,” ujar Supriyanto.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini