Pemerintah Jadikan Swasembada Pangan Fondasi Kesejahteraan Petani

Baca Juga

Mata Indonesia, Jawa Tengah – Pemerintah terus memperkuat langkah menuju swasembada pangan sebagai fondasi utama dalam meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkokoh kemandirian bangsa. Berbagai kebijakan strategis terus dijalankan untuk meningkatkan produktivitas pertanian, memperkuat infrastruktur pendukung, serta membangun ekosistem ekonomi desa agar manfaat pembangunan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya para petani sebagai ujung tombak ketahanan pangan nasional.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan bahwa swasembada pangan bukan sekadar target pembangunan, tetapi merupakan wujud kedaulatan bangsa yang harus diwujudkan melalui penguatan sektor pertanian. “Swasembada itu kedaulatan. Kedaulatan adalah kehormatan, terutama bagi para petani di desa yang menjadi penopang pangan bangsa,” ujar Zulkifli Hasan saat menghadiri Halaqah Ulama Jawa Tengah di Wonosobo.

Menurutnya, pemerintah terus menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada petani, antara lain menetapkan harga pembelian gabah sebesar Rp6.500 per kilogram, memperbaiki tata kelola pupuk bersubsidi, menyederhanakan regulasi, serta memperkuat penyuluhan pertanian. Kebijakan tersebut dinilai mampu mendorong peningkatan produktivitas sekaligus memberikan kepastian pendapatan bagi petani. Hasilnya, produksi beras nasional telah mencapai 34,7 juta ton, sementara Cadangan Beras Pemerintah menembus 5,2 juta ton, menjadi salah satu capaian tertinggi dalam sejarah.

Selain meningkatkan produksi, pemerintah juga memperkuat ekosistem ekonomi desa melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

“Kedua program tersebut diharapkan dapat memperkuat rantai pasok pangan, membuka lapangan kerja, meningkatkan penyerapan produk lokal, serta menggerakkan perekonomian masyarakat desa” terang Zulkifli Hasan.

Dukungan terhadap agenda swasembada pangan juga disampaikan Wakil Ketua MPR RI A.M. Akbar Supratman yang berkomitmen mengawal implementasi Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2025 tentang percepatan pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi. Menurutnya, keberhasilan sektor pertanian sangat bergantung pada tersedianya infrastruktur irigasi yang memadai. “Infrastruktur irigasi merupakan fondasi utama sektor pertanian. Saya siap mengawal pelaksanaan Instruksi Presiden agar pembangunan jaringan irigasi berjalan optimal,” kata Akbar.

Ia menambahkan bahwa pembangunan irigasi merupakan investasi jangka panjang yang akan meningkatkan produktivitas lahan, memperkuat ketahanan pangan, serta mendorong kesejahteraan petani.

Sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan diharapkan semakin mempercepat terwujudnya swasembada pangan yang berkelanjutan sekaligus memperkuat perekonomian nasional berbasis desa.***

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Ketahanan Pangan dan Jalan Terang Mewujudkan Kesejahteraan Petani

*) Oleh : Gavin AsaditKetahanan pangan terus menjadi salah satu prioritas utama pemerintahan PresidenPrabowo Subianto pada 2026. Di tengah meningkatnya tantangan perubahan iklim, dinamika geopolitik global, dan fluktuasi harga pangan internasional, pemerintahmemandang bahwa kemampuan memenuhi kebutuhan pangan secara mandirimerupakan fondasi penting bagi stabilitas ekonomi nasional. Namun, ketahananpangan tidak hanya dimaknai sebagai tersedianya stok pangan yang cukup, melainkan juga sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan petani sebagai pelakuutama produksi pangan nasional.Pemerintah menjalankan berbagai kebijakan yang mengintegrasikan peningkatanproduksi, modernisasi pertanian, hilirisasi komoditas, pembangunan infrastrukturirigasi, serta penguatan akses pasar agar manfaat pembangunan pertanian dapatdirasakan langsung oleh masyarakat. Pendekatan tersebut menjadi bagian daristrategi besar mewujudkan swasembada pangan sekaligus memperkuat ekonomikerakyatan yang berkelanjutan. Pemerintah menilai bahwa petani memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitasnasional. Selama beberapa tahun terakhir, berbagai program peningkatan produksiterus diperluas melalui optimalisasi lahan, rehabilitasi jaringan irigasi, penyediaan alatdan mesin pertanian, serta penyaluran pupuk bersubsidi yang lebih tepat sasaran. Langkah tersebut dilakukan agar produktivitas pertanian terus meningkat di tengahtantangan perubahan iklim yang semakin kompleks. Pada saat yang sama, pemerintah juga memperkuat cadangan pangan nasional sebagai instrumen untukmenjaga stabilitas harga sekaligus memberikan kepastian pasar bagi hasil panenpetani. Hingga pertengahan 2026, cadangan beras nasional mencapai sekitar 5,2 jutaton, menjadi salah satu capaian tertinggi dalam beberapa tahun terakhir dan mencerminkan semakin kuatnya fondasi ketahanan pangan Indonesia. Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa seluruh kebijakanpembangunan pertanian diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan petanisekaligus memperkuat kemandirian pangan nasional. Menurutnya, pemerintah tidakhanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga mempercepat hilirisasikomoditas pertanian agar petani memperoleh nilai tambah yang lebih besar dari hasilusahanya. Ia menjelaskan bahwa pembangunan pertanian saat ini dilakukan melalui optimalisasilahan di berbagai daerah, pembangunan irigasi, penyediaan alat dan mesin pertanianmodern, serta dukungan teknologi yang mampu meningkatkan produktivitas secarasignifikan. Amran juga menegaskan bahwa swasembada pangan merupakankebutuhan strategis bangsa karena hanya dengan produksi yang kuat Indonesia dapat mengurangi ketergantungan terhadap impor sekaligus memberikan kepastianpendapatan bagi petani. Selain memperkuat produksi, pemerintah juga mendorong percepatan hilirisasi sektorpertanian agar komoditas yang dihasilkan petani memiliki nilai ekonomi yang lebihtinggi. Pengembangan industri pengolahan pangan di sentra-sentra produksi menjadisalah satu strategi untuk memperpendek rantai distribusi sekaligus meningkatkandaya saing produk pertanian Indonesia. Melalui hilirisasi, hasil panen tidak lagi dijualsebagai bahan mentah semata, tetapi diolah menjadi produk bernilai tambah yang mampu meningkatkan pendapatan petani dan membuka lapangan kerja baru di daerah. Pendekatan tersebut juga mendukung pembangunan ekonomi berbasiskawasan sehingga manfaat pertumbuhan ekonomi dapat tersebar lebih merata.Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi menyampaikan bahwa penguatanketahanan pangan harus dibangun melalui keseimbangan antara kepentinganprodusen dan konsumen. Menurutnya, pemerintah terus menjaga stabilitas hargapangan agar masyarakat memperoleh akses terhadap bahan pangan dengan hargayang terjangkau tanpa mengorbankan kesejahteraan petani. Karena itu, pemerintah memperkuat cadangan pangan pemerintah, memperluaspenyerapan hasil panen dalam negeri, serta meningkatkan koordinasi dengan PerumBulog dan pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas pasokan di seluruh wilayah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini