Pemerintah Daerah Papua Diminta Lebih Transparan Salurkan Dana Otsus

Baca Juga

MATA INDONESIA, BIAK – Tokoh Masyarakat Distrik Teluk Kimi, Biak Ferdinan Mamoribo mendukung kelanjutan kebijakan Otsus di Papua. Ia mengatakan bahwa sejauh ini kehadiran Otsus sudah cukup membantu hidup masyarakat Papua.

” Tapi sepertinya hanya berhasil di daerah-daerah tertentu saja, sedangkan masih banyak daerah yang kurang berhasil. Ini bukan berarti pemerintah pusat yang gagal tetapi karena pemerintah daerah tidak bisa menyalurkan dana Otsus dengan baik bahkan banyak terjadi penyelewengan,” ujarnya, dikutip Selasa 26 Oktober 2021.

Ia pun menduga ada banyak elit-elit politik di Papua yang sebenarnya ikut ‘bermain’ dengan memanfaatkan isu penolakan Otsus untuk kepentingan kelompok maupun pribadi.

“Sebenarnya apabila ditarik benang merah, maka bisa jadi para elite politik Papua ini yang menggerakkan masyarakat untuk melakukan penolakan Otsus dan menyampaikan bahwa Otsus itu gagal. Padahal mereka-mereka inilah yang selama ini menikmati Otsus, bukan masyarakat kecil,” katanya.

Ia pun berharap ke depan penyaluran Otsus jilid II perlu dirubah polanya. Ia memberikan contoh bahwa misalkan masyarakat pantai dalam program Otsus, jangan diberi cangkul untuk bercocok tanam, tapi berilah jaring untuk mencari ikan.

“Hal-hal kecil beginilah yang perlu dikaji oleh pemerintah pusat dan daerah. Kemudian perlu ditingkatkan bantuan pendidikan mulai dari tingkat SD hingga perguruan tinggi. Kalau perlu dengan Otsus maka dapat diprogramkan sekolah gratis mulai dari SD sampai perguruan tinggi,” ujarnya.

Hal serupa juga diungkapkan oleh Tokoh Pemuda Distrik Menou, Kabupaten Nabire Edmundus Madai. Ia mengatakan bahwa program Otsus harus tetap berlanjut di Tanah Papua.

“Saya sangat setuju dengan keberlanjutan Otsus sebab akan membantu masyarakat Orang Asli Papua. Apalagi masih banyak masyarakat Asmat yang jauh dari kehidupan layak,” katanya.

Ia menyampaikan dukungan atas rencana pemekaran wilayah atau pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) di Papua.

“Ini akan membuat pembangunan SDM dan infrastruktur di wilayah Papua akan lebih merata dan maju dengan cepat,” ujarnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Prabowo dan Agenda Antisipasi Super El Nino demi Melindungi Petani serta Rakyat

Oleh : Ricky RinaldiPerubahan iklim menjadi salah satu tantangan terbesar yang dihadapi berbagainegara, termasuk Indonesia. Fenomena cuaca ekstrem seperti El Nino berpotensimemicu musim kemarau yang lebih panjang, meningkatkan risiko kekeringan, mengurangi produktivitas pertanian, serta memengaruhi ketersediaan pangannasional. Ancaman tersebut tidak hanya berdampak pada petani sebagai produsenpangan, tetapi juga dapat memengaruhi stabilitas harga dan daya beli masyarakat. Oleh karena itu, kesiapsiagaan pemerintah dalam mengantisipasi potensi Super El Nino menjadi langkah strategis untuk melindungi petani sekaligus menjagaketahanan pangan nasional.Ketahanan pangan merupakan salah satu fondasi utama pembangunan nasional. Ketersediaan pangan yang cukup, aman, dan terjangkau menjadi kebutuhan dasaryang harus dijaga di tengah berbagai tantangan global, termasuk perubahan iklim. Pengalaman menghadapi El Nino pada tahun-tahun sebelumnya memberikanpelajaran bahwa antisipasi sejak dini jauh lebih efektif dibandingkan penangananketika dampaknya telah meluas. Karena itu, berbagai langkah mitigasi terusdiperkuat agar sektor pertanian tetap mampu berproduksi meskipun menghadapikondisi cuaca yang tidak menentu.Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menjadikan ketahanan pangansebagai salah satu prioritas utama pemerintahannya. Menghadapi potensi fenomenaSuper El Nino yang diperkirakan dapat memengaruhi musim kemarau di Indonesia, Presiden memanggil jajaran terkait untuk memastikan kesiapan nasional, mulai darikecukupan cadangan pangan, penguatan infrastruktur pertanian, hingga langkah-langkah antisipatif bagi petani. Pemerintah menegaskan bahwa kesiapan tersebutmerupakan bagian dari strategi untuk memastikan masyarakat tetap memperolehakses pangan yang cukup meskipun menghadapi tantangan iklim ekstrem.Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini