Pemain Judi Daring Tak Lagi Aman, Hukum Menyasar Semua Pihak

Baca Juga

Mata Indonesia, Jakarta – Penindakan terhadap praktik judi daring di Indonesia memasuki babak baru. Aparat penegak hukum tidak lagi hanya memburu operator dan bandar, tetapi juga mulai menyasar seluruh ekosistem yang menopang kejahatan tersebut, termasuk aliran dana dan pihak-pihak yang terlibat di balik layar. Langkah ini menegaskan bahwa pemain judi daring kini tidak lagi berada di zona aman, seiring dengan penegakan hukum yang semakin komprehensif dan tegas.

Anggota Komisi III DPR RI Martin Tumbelaka menegaskan bahwa pengungkapan kasus judi daring oleh Polri harus menjadi pintu masuk untuk membongkar jaringan yang lebih luas. Polri agar tidak berhenti pada penangkapan pelaku di lapangan, tetapi terus menelusuri aliran dana hingga ke akar permasalahan.

“Kejar terus aliran dananya, sita asetnya, dan miskinkan bandarnya,” ujar Martin.

Menurut Martin, modus pendirian perusahaan fiktif untuk menyamarkan uang hasil judi daring menunjukkan bahwa kejahatan ini telah berkembang secara sistematis dan terorganisasi. Karena itu, pendekatan penegakan hukum tidak bisa lagi bersifat parsial. Ia menilai langkah Polri membongkar skema pencucian uang merupakan strategi penting untuk memutus rantai ekonomi sindikat judi daring.

“Ini bukti Polri tidak main-main dan membuktikan komitmennya untuk tidak hanya menyasar pelaku di lapangan, tetapi juga menghancurkan infrastruktur keuangan yang menopang ekosistem judi daring tersebut,” tegasnya.

Apresiasi juga disampaikan Martin kepada Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri yang dinilai berhasil mengungkap skema kejahatan yang rapi dan kompleks. Ia menyoroti keberhasilan aparat mendeteksi dan membongkar 17 perusahaan fiktif yang digunakan sebagai cangkang penampung dana hasil judi daring.

“Keberhasilan ini adalah capaian luar biasa dan mencerminkan keseriusan Polri dalam memberantas judi daring hingga ke hulunya,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Pol. Himawan Bayu Aji menjelaskan bahwa pengungkapan kasus ini berawal dari patroli siber yang menemukan puluhan situs judi daring. Dari hasil pengembangan, Bareskrim Polri berhasil memblokir serta menyita dana senilai Rp59,12 miliar yang diduga kuat berasal dari aktivitas judi daring.

“Website-website ini menawarkan jenis permainan yang beragam meliputi slot kasino, judi bola, dan lain-lain,” jelasnya.

Dengan pengungkapan tersebut, aparat penegak hukum menegaskan bahwa perang terhadap judi daring tidak hanya menyasar bandar, tetapi juga seluruh pihak yang terlibat, termasuk pemain dan jaringan pendukungnya. Penegakan hukum yang menyeluruh ini diharapkan mampu menutup ruang gerak judi daring dan memberikan rasa aman bagi masyarakat.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Pemerataan Magang Nasional dan Jalan Baru Kesempatan Kerja Anak Muda

Oleh: Nur UtunissaPerkembangan dunia kerja yang semakin cepat menuntut tenaga kerja muda tidak hanyamemiliki pengetahuan akademik, tetapi juga pengalaman praktis. Dalam konteks tersebut, program magang menjadi jembatan penting antara dunia pendidikan dan dunia kerja. Melaluimagang, generasi muda dapat mengenal budaya kerja, meningkatkan keterampilan, sertamemahami kebutuhan industri secara langsung. Karena itu, pemerataan akses magangmenjadi langkah strategis untuk membuka kesempatan kerja yang lebih luas bagi anak mudadi seluruh Indonesia.Magang kini bukan lagi sekadar pelengkap pendidikan. Banyak perusahaan menjadikanpengalaman magang sebagai salah satu indikator kesiapan kerja calon karyawan. Pengalamantersebut membantu peserta mengembangkan kemampuan teknis maupun keterampilannonteknis seperti komunikasi, kerja sama tim, disiplin, dan kemampuan beradaptasi. Namun, akses terhadap program magang masih belum merata karena sebagian besar kesempatanterkonsentrasi di kota-kota besar.Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah. Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierlimenyebut, sebaran peserta magang nasional masih terpusat di Pulau Jawa, terutama Jakarta. Yassierli mengatakan, kesimpulan tersebut merupakan hasil evaluasi dari pelaksanaanProgram Magang Nasional Batch III yang secara resmi telah ditutup.Menurut Yassierli, lulusan perguruan tinggi cenderung memilih lokasi magang di Jakarta karena mempertimbangkan upah minimum provinsi (UMP) atau pengalaman di Ibu Kota. Fenomena ini menunjukkan bahwa pusat-pusat ekonomi nasional masih menjadi tujuanutama para peserta magang. Di satu sisi, Jakarta memang menawarkan lebih banyak pilihanindustri dan peluang pengembangan diri. Namun di sisi lain, konsentrasi peserta di wilayahtertentu berpotensi memperlebar kesenjangan kesempatan bagi anak muda di daerah.Karena itu, pemerataan magang nasional menjadi penting agar seluruh generasi mudamemiliki peluang yang sama untuk mengembangkan kompetensi dan memperolehpengalaman kerja. Program ini tidak hanya ditujukan bagi mahasiswa di kota besar, tetapijuga bagi lulusan dan mahasiswa dari berbagai daerah yang selama ini memiliki aksesterbatas terhadap industri.Magang juga berperan dalam mengurangi kesenjangan antara dunia pendidikan dankebutuhan pasar kerja. Banyak lulusan memiliki pemahaman teori yang baik, tetapi belummemiliki pengalaman menghadapi tantangan pekerjaan secara langsung. Melalui magang, peserta dapat memahami proses kerja nyata, mengenal standar profesional, dan meningkatkankesiapan mereka sebelum memasuki dunia kerja.Sebagai bentuk komitmen memperluas kesempatan tersebut, pemerintah menyatakan akanmembuka 150.000 lowongan Magang Nasional. Jumlah ini menjadi langkah besar dalammemberikan ruang belajar dan pengalaman kerja bagi generasi muda Indonesia. Selain itu, peserta juga akan mendapatkan uang saku sesuai UMP yang ditanggung sepenuhnya olehpemerintah.Kebijakan ini diharapkan mampu mengurangi hambatan ekonomi yang selama ini membuatsebagian anak muda sulit mengikuti program magang. Dengan dukungan pembiayaantersebut, kesempatan memperoleh pengalaman kerja menjadi lebih terbuka bagi semuakalangan, termasuk mereka yang berasal dari daerah dan keluarga dengan keterbatasanekonomi.Perluasan program magang juga memberikan manfaat bagi dunia usaha. Perusahaan dapatmenjangkau lebih banyak talenta dari berbagai wilayah yang selama ini mungkin belummemiliki akses ke kesempatan pengembangan diri. Indonesia memiliki potensi sumber dayamanusia muda yang besar dan tersebar di seluruh daerah. Melalui pemerataan magang, potensi tersebut dapat dioptimalkan untuk mendukung kebutuhan industri sekaligusmeningkatkan kualitas tenaga kerja nasional.Di era digital, peluang pemerataan magang semakin terbuka. Banyak perusahaan kinimenerapkan sistem kerja jarak jauh atau hibrida yang memungkinkan peserta mengikutiprogram tanpa harus berpindah ke kota besar. Teknologi komunikasi dan platform kolaborasidigital membantu proses pembelajaran tetap berjalan efektif meskipun dilakukan dari lokasiyang berbeda. Model ini dapat menjadi solusi untuk mengatasi hambatan geografis sekaligusmemperluas jangkauan program magang.Komitmen pemerintah terhadap keberlanjutan program ini juga terus diperkuat. Juru BicaraKementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto menegaskan, pemerintahakan membuka Program Magang Nasional Batch IV atau angkatan kedua pada awal Juli2026. Langkah tersebut menunjukkan bahwa program magang tidak hanya bersifatsementara, tetapi menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam pengembangan sumberdaya manusia.Haryo juga memastikan bahwa Kemenko Perekonomian dan Kemnaker menjalankanmonitoring secara berkala terhadap implementasi pelaksanaan program magang nasional. Evaluasi dan pengawasan menjadi penting untuk memastikan kualitas program tetap terjagaserta memberikan manfaat nyata bagi peserta maupun industri.Pemerataan magang nasional pada akhirnya tidak hanya berkaitan dengan penyediaan tempatbelajar, tetapi juga menjadi instrumen untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia. Pengalaman kerja yang diperoleh selama magang dapat membantu lulusan lebih siapmenghadapi proses rekrutmen dan kebutuhan industri yang terus berkembang.Kebijakan yang merupakan program prioritas nasional ini mencerminkan kepedulianPresiden Prabowo terhadap generasi muda, khususnya para lulusan baru, agar merekamemiliki kesempatan nyata untuk memperoleh pengalaman kerja dan meningkatkan dayasaing di pasar tenaga kerja. Melalui perluasan akses magang, pemerintah berupayamenciptakan peluang yang lebih adil bagi seluruh anak muda Indonesia.*) Penulis adalah Penulis adalah Pegiat Literasi pada Narasi Nusa Institute
- Advertisement -

Baca berita yang ini