Pemain Bedol Desa, Persipura Nggak Khawatir

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAYAPURA – Banyak pemain Persipura Jayapura hengkang jelang bergulirnya Liga 2 musim 2022. Manajer Tim Mutiara Hitam, Yan Mandenas mengaku nggak khawatir.

Menurut Yan, pemain yang pergi dan telah bergabung dengan klub Liga 1 itu adalah pemain yang telah habis masa kontraknya bersama Persipura. Pihaknya tidak bisa menahan para pemain tersebut lantaran mereka ingin bermain di Liga 1 sementara Persipura kini terdegradasi ke Liga 2.

“Kami tidak punya hak untuk menahan mereka karena kontrak mereka sudah habis. Kami juga sudah bertemu mereka dan mereka sudah memberitahukan kepada kami mereka ingin bermain di klub Liga 1,” katanya.

Yan mengklaim, pendukung Persipura nggak khawatir dengan hal tersebut karena perpindahan pemain adalah lumrah di sepak bola. Secara profesional semua pemain punya hak untuk menentukan, sementara manajemen hanya bisa bernegoisasi dengan pemain yang bersangkutan.

Sampai saat ini, pemain yang masih terikat kontrak masih mematuhi dan menghormati manajemen bahkan telah menyatakan siap bersama skuad Mutiara Hitam di Liga 2, seperti Ramai Rumakiek,Brian Fatari, Elisa Yahya Basna, Israel Wamiau, Nelson Alom, Yustinus Pae, Muhammad Tahir, Alfons Migau.

“ami sudah bertemu mereka dan mereka sudah menyatakan tetap bersama Persipura berjuangan di Liga 2. Mereka sangat mematuhi regulasi yang berlaku sesuai dengan kontrak yang disepakati,” ucapnya.

Meski musim depan main di Liga 2, Yan mengaku ada banyak pemain yang berminat main untuk Persipura. Proses seleksi pemain akan dilakukan secepatnya.

“Banyak talenta muda yang akan bergabung, namun juga ada beberapa pemain senior seperti Patrich Wanggai, Vendry Mofu, dan Roni Beroperay ingin balik lagi ke Persipura. Kami senang mereka ingin berjuang untuk kembalikan kembali kejayaan Persipura di Liga 1,” ungkapnya.

Beberapa pemain yang meninggalkan Persipura di antaranya adalah, David Rumakiek, Fitrul Dwi Rustapa, Donny Monim, Todd Ferre, Dede Sulaiman, dan Ricky Cawor. Satu nama lain yang sudah berpisah adalah Yohanes Pahabol.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini