Pekan Pertama La Liga, Real Madrid Tak Mainkan Hazard karena Cedera

Baca Juga

MINEWS, INTERNASIONAL – Eden Hazard sepertinya benar-benar harus menunda debutnya di La Liga yang digelar hari ini, Sabtu 17 Agustus 2019.

Ia terpaksa hanya menonton pertandingan perdana Real Madrid dari bangku cadangan, setelah mengalami cedera paha kanan saat latihan kemarin, Jumat 16 Agustus 2019.

Dalam pernyataan resminya, Real Madrid menyebut keputusan tidak memainkan pemain termahal Real Madrid musim ini tersebut dipastikan setelah pemeriksaan oleh bagian Medical Services klub. Hazard didiagnosis mengalami cedera otot pada bagian anterior paha kanannya.

Belum diketahui berapa lama pastinya Hazard akan menjalani masa pemulihan. Namun, pihak klub memperkirakan, cedera Hazard akan butuh waktu minimal tiga pekan untuk sembuh kembali dan bisa bermain.

Seperti diketahui, Hazard merapat ke Santiago Bernabeu pada musim panas ini dari Chelsea. Madrid harus menebus pemain asal Belgia berusia 28 tahun ini dengan nilai transfer 100 juta euro.

Kedatangan Hazard benar-benar diharapkan dapat membawa perubahan bagi Madrid yang terpuruk setelah ditinggal Cristiano Ronaldo.

Berita Terbaru

Danantara, PSEL, dan Masa Depan Pengelolaan Sampah Indonesia

*) Oleh: Citra Ningrum OktaviaPemerintah tengah menghadapi salah satu tantangan paling mendesak dalampembangunan nasional, yakni darurat sampah perkotaan yang selama bertahun-tahun berjalan tanpa penyelesaian menyeluruh. Timbunan sampah yang terusmeningkat tidak lagi sekadar persoalan kebersihan lingkungan, melainkan telahmenjadi ancaman serius bagi kesehatan publik, kualitas ekosistem, hingga ketahananenergi nasional. Di tengah situasi tersebut, langkah pemerintah menggandengDanantara Indonesia untuk mempercepat pembangunan fasilitas PengolahanSampah menjadi Energi Listrik (PSEL) merupakan keputusan strategis yang menunjukkan keberanian negara keluar dari pola lama pengelolaan sampah yang stagnan. Penandatanganan nota kesepahaman pembangunan PSEL di enam lokasibersama 13 pemerintah daerah menjadi sinyal bahwa pemerintah tidak lagi bekerjadengan pendekatan parsial, tetapi mulai membangun sistem pengelolaan sampahyang terintegrasi dan berorientasi jangka panjang.Lebih jauh, penerbitan Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 tentangpercepatan pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrikmemperlihatkan adanya keseriusan politik pemerintah dalam membenahi tata kelolasampah nasional. Menko Pangan, Zulkifli Hasan menegaskan bahwa regulasitersebut telah mendorong langkah konkret pemerintah pusat dan daerah untukbergerak lebih cepat dalam pembangunan PSEL. Target pembangunan sedikitnya 25 lokasi PSEL dalam dua hingga tiga tahun ke depan bukan hanya ambisi administratif, melainkan kebutuhan nyata untuk mengatasi kedaruratan sampah di puluhankabupaten dan kota. Selama ini, banyak proyek pengolahan sampah tersendat akibatbirokrasi panjang, lemahnya koordinasi antarlembaga, dan ketidakjelasan pembagiankewenangan. Karena itu, penyederhanaan prosedur serta pembagian peran yang jelas antara pemerintah, Danantara, dan pihak-pihak terkait menjadi fondasi pentingagar proyek strategis ini tidak kembali terjebak pada pola lamban yang merugikanmasyarakat.Selain itu, keterlibatan Danantara Indonesia memberi dimensi baru dalampembiayaan dan tata kelola proyek infrastruktur lingkungan di Indonesia. Selama ini, pengelolaan sampah kerap dipandang sebagai sektor yang minim nilai ekonomisehingga tidak menarik bagi investor besar. Padahal, di berbagai negara maju, pengolahan sampah telah berkembang menjadi industri energi hijau yang bernilaitinggi dan berkelanjutan....
- Advertisement -

Baca berita yang ini