Pebulutangkis Keluhkan Jet Lag, Pelatih: Jangan Jadikan Alasan

Baca Juga

MATA INDONESIA, NUSA DUA – Banyak pebulutangkis Indonesia dan dunia yang menjalani jadwal padat di turnamen Eropa. Kondisi jet lag adalah salah satu masalah yang harus diatasi.

Dalam beberapa kesempatan, pebulutangkis Indonesia yang tampil di kompetisi Eropa mengeluhkan masih merasakan jet lag. Waktu tidur pun jadi terganggu.

Pelatih ganda campuran Indonesia, Nova Widianto mengaku optimistis dengan perkembangan fisik dan mental bertanding para asuhannya. Kendati menjalani jadwal padat turnamen dan mengalami kelelahan usai tur Eropa, Nova meyakinkan pemain ganda campuran siap tanding di Indonesia Masters 2021 Super 750.

Turnamen bergengsi berhadiah total 600 ribu Dolar AS ini akan digelar 16-21 November di lapangan indoor Bali International Convention Centre & Westin Resort, Nusa Dua, Bali.

“Adaptasi dengan lapangan sudah bagus, tinggal mengembalikan kondisi fisik. Pengaruh jet leg memang menjadi kendala, tetapi jangan jadi alasan. Harus dihilangkan, harus dihilangkan agar kondisi fisik prima lagi,” ujar Nova.

Peluang bagi para pemainnya masih terbuka dan harus siap menghadapi segala kemungkinan, apalagi sebagai tuan rumah.

“Kalau kita siap, jadi tuan rumah pasti lebih mudah raih kemenangan,” katanya.

Nova mengatakan, seluruh pemain baik lokal maupun internasional pasti mengalami kejenuhan dengan padatnya jadwal. Tetapi Nova berharap para asuhannya bisa mengantisipasi situasi yang ada dan mengambil kesempatan.

“Semua pemain pasti jenuh dan lelah. Padatnya jadwal turnamen membuat capek fisik dan pikiran. Harus bisa manfaatkan kesempatan yang ada,” ungkapnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini