Pawai Obor di Karawang, Ini Harapan Umat Islam Karawang

Baca Juga

MATA INDONESIA, KARAWANG – Ratusan umat muslim memadati jalan-jalan di Karawang pada Sabtu 26 Maret 2022 malam. Mereka menggelar pawai obor menyambut datangnya bulan suci ramadan. Kegiatan ini dimulai pukul 20.00 Wib dari dengan rute start dari depan Masjid Al Jihad Karangpawitan dengan titik akhir Masjid Agung Syech Quro Alun-alun Karawang.

Iring-iringan obor yang menyala meriah ini mewarnai sepanjang jalan Tuparev Karawang Wetan. Api obor menyala dari setiap tangan warga yang mengenakan pakaian muslim lengkap dengan masker.

Ratusan umat muslim yang terdiri dari orang tua, dewasa dan anak-anak antusias mengikuti pawai tersebut. Sehingga memicu kemacetan di beberapa ruas titik jalan yang cukup panjang saat massa melakukan parade membawa obor. ”Alhamdullilah kondisi sudah normal,” ujar Supardi, warga Karawang yang menyaksikan pawai Obor ini.

Tradisi pawai obor ini sudah menjadi tradisi yang dilakukan sejak lama. Dalam kurun waktu 3 atau 2 tahun ke belakang, pawai obor selalu ramai diikuti masyarakat saat akan menyambut bulan Ramadan dan Tahun Baru Islam. Sekaligus menjadi ajang silaturahmi bagi umat muslim khusus nya di daerah Karawang.

Acara berlangsung aman dan damai dengan mematuhi protokol kesehatan yang ketat. Acara ini berakhir pukul 21.15 dan massa kemudian membubarkan diri. Muhammad Robi Niay selaku kordinator acara pawai berterima kasih kepada warga Karawang serta para aparat keamanan karena telah mendukung terselenggaranya acara tersebut.

”Kami Panitia Pawai obor mengucapkan banyak terima kasih kepada warga Karawang yang  telah ikut serta mensukseskan acara pawai obor dengan tertib sehingga acara berjalan lancar dan sukses. Ucapan terimakasih juga saya sampaikan pada jajaran polres Karawang dan satpol PP yang sudah membantu lancarnya acara,” katanya.

Muhammad Robi Niay berharap Pemda Kabupaten Karawang untuk menutup tempat-tempat hiburan selama bulan suci Ramadan. ”Alhamdullilah kondisi sudah mulai normal kembali. Kami tetap meminta kepada Pemda, meski kondisi sudah normal dari pandemi Covid-19, untuk menutup tempat-tempat hiburan selama bulan Ramadan,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Penguatan Resiliensi Media Dukung Ketahanan Nasional di Ruang Digital

Oleh: Nazira Billa Putri )*Transformasi digital telah membuka peluang besar bagi masyarakat untukmemperoleh informasi secara cepat dan luas. Di sisi lain, perkembangantersebut juga memunculkan tantangan berupa penyebaran hoaks, misinformasi, dan disinformasi yang semakin sulit dibedakan dariinformasi yang benar. Dalam situasi seperti ini, penguatan resiliensi media menjadi faktor penting untuk mendukung ketahanan nasional di ruangdigital sekaligus menjaga kualitas informasi yang diterima masyarakat.Pemerintah terus menunjukkan komitmennya dalam membangunekosistem informasi yang sehat melalui penguatan peran media danpeningkatan kualitas layanan digital. Langkah tersebut menjadi bagiandari strategi nasional untuk memastikan ruang digital Indonesia tetapmenjadi sarana yang aman, produktif, dan mampu memperkuat persatuanbangsa di tengah derasnya arus informasi global.Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kementerian Komunikasidan Digital, Fifi Aleyda Yahya, menegaskan bahwa pers memiliki posisistrategis sebagai benteng pertahanan dalam menghadapi hoaks dandisinformasi. Menurutnya, media yang menjalankan fungsi jurnalistiksecara profesional menjadi garda terdepan dalam menjaga kualitasinformasi yang beredar di tengah masyarakat.Fifi menilai kecepatan perkembangan teknologi tidak boleh mengurangikomitmen terhadap akurasi informasi. Karena itu, pemerintah bersamainsan pers memiliki tanggung jawab yang sama untuk memastikan setiapproduk jurnalistik tetap mengedepankan kepentingan publik sertamemberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat. Pendekatan tersebutmenjadi semakin penting ketika ruang digital dipenuhi arus informasi yang bergerak sangat cepat dan tidak seluruhnya melalui proses verifikasi.Pandangan serupa disampaikan Ketua Dewan Pers, Komaruddin Hidayat,yang menilai pers tetap menjadi kebutuhan penting masyarakat di tengahledakan informasi digital. Menurutnya, informasi kini telah menjadikebutuhan mendasar sehingga masyarakat membutuhkan sumberinformasi yang dapat dipercaya sebagai rujukan dalam memahamiberbagai peristiwa.Di tengah meningkatnya volume informasi, keberadaan media profesionalmenjadi penentu kualitas ruang publik. Media yang mengedepankanprinsip verifikasi, keberimbangan, dan tanggung jawab sosial akanmemperkuat kepercayaan masyarakat sekaligus mengurangi ruang bagiberkembangnya informasi yang menyesatkan.Upaya memperkuat ketahanan informasi juga didukung melalui berbagaiinovasi digital yang dikembangkan pemerintah. Pengakuan internasionalterhadap tiga inovasi Indonesia dalam ajang World Summit on the Information Society (WSIS) Prizes 2026 menjadi bukti bahwa transformasidigital nasional semakin mampu menghadirkan solusi yang bermanfaatbagi masyarakat.Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, menilai pencapaiantersebut menunjukkan kualitas inovasi digital...
- Advertisement -

Baca berita yang ini