Pasar di Jawa Tengah Gunakan Batok Kelapa untuk Aktivitas Jual Beli

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Provinsi Jawa Tengah memiliki banyak tempat obyek wisata. Salah satunya yang sedang disorot adalah Desa Wisata Samiran. Salah satu desa yang berada di Kelurahan Selo yang lokasinya berada di antara kaki Gunung Merapi dan Merbabu.

Desa Samiran ini mempunyai keunikan dan keindahan alam yang enggak perlu diragukan lagi. Salah satu keunikan yang ada di sana yaitu keberadaan Pasar Tiban Duit Batok.

Namanya saja Pasar Tiban Duit Batok, artinya pasarnya hanya dibuka pada saat-saat tertentu saja. Kebanyakan barang yang dijual di pasar ini berupa oleh-oleh khas desa tersebut seperti cemilan dari daun bawang, stik daun adas, soto ayam, nasi tumpang, es dawet, kripik brokoli, hingga jadah bakar.

Karena di pasar ini menggunakan uang dari batok kelapa, maka sebelum membeli wajib menukarkan uang pecahan Rupiah ke uang koin batok kelapa yang sudah disiapkan oleh koordinator pasar. Satu koin batok kelapa senilai Rp 2.500, para penjual juga bebas memberikan harga. 

Uniknya lagi para pedagang yang didominasi para ibu ini harus memakai pakaian Jawa seperti lurik. Di masa pandemi Covid-19, para pedagang di Pasar Tiban ini juga dibatasi hanya 50 orang saja.

Menurut Koordinator Pasar Tiban Duit Batok Desa Samiran, Sartono (43), pasar ini adalah salah satu inovasi dari desa wisata tersebut. 

“Ini adalah inovasi dari desa wisata yang terbaru kurang lebih tahun 2016 kita sudah membuka Pasar Tiban Duit Batok ini. Jadi pasar ini tidak dibuka setiap hari. Namun kita buka saat ada tamu berkunjung ke Desa Samiran,” kata Sartono. 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Tak Ada Ruang untuk Teror! Pemerintah Pastikan Yahukimo Kondusif

JAYAPURA-Bupati Yahukimo Didimus Yahuli bersama Dandim 1715 mengunjungi guru-guru kontrak yang menjadi korban kekerasan di Distrik Anggruk, Papua Pegunungan....
- Advertisement -

Baca berita yang ini