Pandemi Belum Usai, Wapres Minta Masyarakat Serius Mematuhi PPKM

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Wakil Presiden Ma’ruf Amin meminta kepada masyarakat mematuhi kebijakan pelaksanaan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) dengan menerapkan 3M yaitu memakasi masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan menggunakan sabun.

Hal ini penting agar kebijakan pemerintah untuk menanggulangi pandemi Covid-19 bisa berjalan lancar sehingga mampu menekan penularan virus.

“Banyaknya warga yang mengabaikan protokol kesehatan menyebabkan angka kasus penularan di Indonesia terus meningkat,” kata Ma’ruf Amin, Senin 1 Februari 2021.

Selain itu, ia juga menilai peningkatan kasus menyebabkan fasilitas kesehatan terbatas untuk menangani pasien Covid-19. Melihat hal ini, kedisipilinan menjalankan protokol harus diperkuat.

“Harus diakui masih banyak warga yang tidak disiplin dan mengabaikan 3M, sehingga tingkat penularan terus meningkat. Akibatnya rumah sakit dan tenaga kesehatan tidak dapat menampung jumlah pasien dan tingkat kematian pun meningkat,” kata Ma’ruf.

Adapun pemerintah sudah menerapkan PPKM di Pulau Jawa dan Bali, namun hal ini bukan  semata-mata untuk kepentingan pemerintah melainkan untuk menjaga diri masing-masing dan keluarga dari Covid-19. Maka, ia meminta kepada masyarakat supaya benar-benar menaati protokol kesehatan dan kebijakan PPKM.

“(Covid-19) telah menelan korban lebih dari 103 juta orang dan tidak kurang dari 2,2 juta orang meninggal di berbagai belahan dunia,” kata Ma’ruf.

Ma’ruf juga meminta kepada masyarakat supaya mau menerima vaksinasi agar pandemi Covid-19 segera berakhir sehingga aktivitas bisa kembali berjalan normal seperti sekolah, beribadah hingga menjalankan kegiatan ekonomi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini