Paling Mematikan dan Habiskan Uang, Menteri Budi Bertekad Bangun Rumah Sakit Rujukan Jantung dan Kanker di Seluruh Indonesia

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Diketahui menjadi penyakit paling mematikan dan menghabiskan uang di Indonesia, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin bertekad menyediakan fasilitas layanan rumah sakit untuk pasien jantung, stroke, kanker dan ginjal di seluruh provinsi.

“Saya mau di 2024, seluruh provinsi sudah bisa melakukan pelayanan pasien stroke, jantung, kanker, ginjal,” ujar Budi Gunadi yang dikutip Kamis 9 Juni 2022.

Budi menginginkan rumah sakit itu bisa melakukan tindakan seperti pembedahan keempat penyakit tersebut.

Khusus untuk penanganan penyakit jantung selain bisa pasang ring, mereka juga harus bisa melakukan bedah jantung.

Budi mengatakan kanker, stroke, jantung dan ginjal merupakan daftar penyakit terbanyak di Indonesia yang menghilangkan nyawa serta menghabiskan dana.

Laporan dari Rumah Sakit Harapan Kita sebagai fasilitas rujukan nasional bagi pasien gangguan jantung menyebutkan ada sekitar 50.000 anak dengan penyakit jantung bawaan yang harus dioperasi untuk mencegah kematian.

Sedangkan di Indonesia hanya ada enam rumah sakit saja yang bisa menanganinya.

Keenamnya hanya bisa mengoperasi 6.000 hingga 10.000 pasien per tahun, sehingga antrean operasi jantung di RS Harapan Kita bisa mencapai 12 bulan.

Budi mengatakan layanan kateterisasi jantung atau pemasangan ring sebagai operasi bedah sederhana menangani gangguan jantung, hingga saat ini baru bisa dilakukan di 28 rumah sakit di Indonesia.

Menurutnya fasilitas penanganan penyakit jantung paling lengkap, baik dari sisi alat maupun spesialisnya sedangkan kasus stroke dan kanker jauh lebih buruk lagi kondisinya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini