Otsus Bantu Penuhi Kebutuhan Masyarakat di Pedalaman Papua

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAYAPURA – Kehadiran Otsus telah membantu hidup masyarakat Papua. Hal ini diungkapkan oleh Tokoh Papua Abisai Rollo, SH.

“Dengan adanya Otsus maka masyarakat di setiap kampung yang ada di Papua bisa mendapat bantuan, rasa kebahagiaannya ada di situ, sementara jika Otsus putus maka itu membuat masyarakat menjadi susah,” ujarnya, dikutip Rabu 3 November 2021.

Ia pun memberikan dukungan atas kelanjutan Otsus jilid II. Namun, ia berharap agar dalam pelaksanaan Otsus Jilid II di Provinsi Papua dapat berjalan dengan jelas dan transparan serta diiringi pengawasan yang ketat.

“Kebijakan yang dipilih oleh Pemerintah Pusat untuk pembangunan di tanah Papua adalah pilihan terbaik,” katanya.

Untuk itu, ia meminta pemerintah provinsi dan pemerintah pusat mengevaluasi dana Otsus sehingga alokasinya benar-benar dinikmati masyarakat Papua.

Ia juga menegaskan agar masyarakat Papua jangan mau dimanfaatkan oleh kelompok yang mengatasnamakan Papua untuk menolak Otsus dan menolak Papua sebagai bagian dari NKRI.

“Karena Otsus itu sangat membantu masyarakat Papua dan juga pembangunan di Papua dan terakhir Papua merupakan bagian sah dari NKRI,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Tokoh Masyarakat Kemtuk Gresi, Kabupaten Jayapura Simon Bame, S.Pd. Menurutnya, kehadiran Otsus telah memberikan banyak manfaat bagi masyarakat Papua.

“Salah satunya dalam bidang pendidikan, di mana dana otsus tersebut dapat membantu anak-anak Papua khusunya yang berada di kampung untuk mengenyam pendidikan,” katanya.

Selain itu, Otsus bisa membantu meningkatkan sumber daya manusia Papua agar dapat menduduki jabatan-jabatan strategis di pemerintahan, baik di Papua maupun di luar Papua.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini