Operasi Keselamatan Progo 2024 Anggota Lakukan Himbauan dan Sosialisasi di Simpang Empat Tugu Jogja

Baca Juga

Mata Indonesia, Yogyakarta – Personel Operasi Keselamatan Progo-2024 melaksanakan himbauan dan sosialisasi di Simpang Empat Tugu Jogja, pada Sabtu 9 Maret 2024.

Kegiatan yang dipimpin oleh Kompol Surahman tersebut ditujukan kepada pengendara motor dan mobil untuk tetap berhati-hati dalam berkendara dan tetap mematuhi aturan berlalu lintas.

Kabidhumas Polda DIY Kombes Pol Nugroho Arianto, S.I.K., M.H. mengatakan bahwa selama pelaksanaan Operasi Keselamatan Progo-2024, para personel satgas selalu melakukan kegiatan preemtif, preventif dan penegakkan hukum dengan humanis.

“Operasi ini bertujuan untuk menekan angka pelanggaran dan kecelakaan, oleh karena itu para personel satgas selalu melakukan kegiatan preemtif serta preventif yakni dengan melakukan himbauan dan sosialisasi baik dijalan maupun ditempat-tempat tertentu. Selain melakukan upaya pencegahan, penegakkan hukum juga dilakukan namun tetap humanis”, ungkap Nugroho.

Lebih lanjut, Kabidhumas menghimbau kepada para pengendara untuk selalu menjaga keamanan, ketertiban dan keselamatan selama berkendara.

“Kami selalu dan tidak bosan untuk menghimbau kepada masyarakat untuk menjaga keamanan, ketertiban dan keselamatan selama berkendara. Terutama saat ini cuaca tidak menentu, diharapkan baik petugas maupun masyarakat dapat mengantisipasi hal tersebut”, ucap Nugroho.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini