Ngeri, Kolong Tempat Tidur Keluarga di AS Jadi Sarang Ular

Baca Juga

MATA INDONESIA, GEORGIA – Seorang perempuan di Georgia, Amerika Serikat (AS) menemukan 18 ular di bawah tempat tidurnya. Trish Wilcher hendak pergi tidur, ketika ia melihat bulu halus di lantai kamarnya.

“Saya melihat apa yang saya pikir adalah sepotong bulu halus di lantai, pergi untuk meraihnya dan itu bergerak,” kata Wilcher, melansir USA Today.

Dia mengatakan bahwa sedetik kemudian, sepotong lain bergerak, dan dia pergi ke suaminya untuk memberi tahu bahwa di kolong tempat tidurnya ada banyak ular. Keluarga itu kemudian mengetahui bahwa ada 17 bayi ular yang baru menetas dan seekor induk ular.

Sang suami, Max Wilcher, menggunakan alat pencengkeram untuk memasukkan setiap ular ke dalam tas linen sebelum membawanya ke sungai terdekat dan melepaskannya.

“Masih tidak yakin itu yang terakhir dari hal-hal itu. Jujur saja, saya sangat taku!” tulis Trish dalam sebuah postingan di akun Facebook-nya.

Daniel Sollenberger, seorang ahli biologi untuk Departemen Sumber Daya Alam Georgia, mengatakan bahwa tidak jarang ular masuk ke rumah. Menurutnya, ular sulit dideteksi karena tidak berbau atau mengeluarkan banyak suara.

“Menjadi kecil berarti mereka kadang-kadang bisa masuk ke celah-celah kecil dan kadang-kadang berakhir di rumah dan garasi,” kata Daniel.

“Ada mitos di luar sana bahwa ular berbau seperti mentimun, tapi sayangnya baunya tidak sebagus itu. Mereka biasanya tidak mencium bau apa pun kecuali Anda mengambilnya dan menciumnya; baru Anda dapat menciumnya. Bau musky, benar-benar menjijikkan,” sambungnya.

Sollenberger menambahkan reptil licin tersebut bisa masuk ke rumah melalui pintu yang rusak akibat cuaca. Dan jika ular-ular tersebut masuk, membunuh mereka di Georgia bukanlah pilihan, sebab ular tidak berbisa dilindungi oleh undang-undang negara bagian.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Presiden Gunakan Reshuffle untuk Maksimalkan Capaian Program Strategis

Oleh: Windi Paramitha )*Presiden Prabowo Subianto kembali melakukan perombakan Kabinet Merah Putih sebagai langkah strategis untuk memastikan percepatan pelaksanaan program prioritas nasional. Presiden menempatkan reshuffle sebagai instrumen penting untuk menjaga efektivitas pemerintahan di tengah dinamika tantangan yang terus berkembang.Pelantikan pejabat baru yang berlangsung di Istana Kepresidenan Jakarta pada 27 April 2026 menunjukkan komitmen pemerintah dalam melakukanpenyesuaian struktural. Pemerintah memandang penyegaran kabinetsebagai bagian dari evaluasi berkelanjutan terhadap kinerja lembaganegara.Prosesi pelantikan yang dipimpin langsung Presiden menegaskanpentingnya integritas dalam menjalankan amanah jabatan. Presidenmenekankan kesetiaan terhadap konstitusi serta tanggung jawab penuhdalam menjalankan tugas sebagai bentuk pengabdian kepada negara.Struktur kabinet yang diperbarui menghadirkan sejumlah perubahansignifikan pada posisi strategis. Kepala Staf Kepresidenan sebelumnya, Muhammad Qodari, dipercaya mengemban tugas baru sebagai KepalaBadan Komunikasi Pemerintah. Perubahan ini diarahkan untukmemperkuat koordinasi komunikasi publik.Penunjukan Dudung Abdurachman sebagai Kepala Kantor StafKepresidenan menjadi bagian dari upaya memperkuat pengendalianprogram prioritas. Pemerintah menilai pengalaman dan kapasitas Dudung mampu mendukung efektivitas koordinasi lintas sektor.Sektor lingkungan hidup juga mengalami penyesuaian kepemimpinan. Menteri Lingkungan Hidup yang baru, Jumhur Hidayat, diberikan amanahuntuk memperkuat kebijakan pengelolaan lingkungan secarakomprehensif. Pemerintah melihat latar belakangnya sebagai modal dalam memperluas pendekatan kebijakan.Peran Menteri Lingkungan Hidup sebelumnya, Hanif Faisol Nurofiq, tidakdihentikan melainkan dialihkan. Pemerintah menugaskan Hanif sebagaiWakil Menteri Koordinator Bidang Pangan guna mendukung penguatansektor strategis lainnya.Pengangkatan Abdul...
- Advertisement -

Baca berita yang ini