Ngeri! Ada Pihak yang Sengaja Ingin Gagalkan Pelantikan Jokowi

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA - Situasi keamanan Indonesia belakangan ini cukup sedikit mengalami pergolakan, mulai dari Papua hingga ke daerah lainnya, belum lagi ditambah dengan masalah kebakaran hutan yang belum pada. Ada apa sebenarnya dengan Indonesia?

Ternyata, menurut Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, situasi ini terjadi karena ada pihak-pihak tertentu yang ingin menjegal pelantikan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin pada 20 Oktober 2019 mendatang.

“Ya ada yang berharap seperti itu,” ujar Moeldoko di Jakarta, Senin 23 September 2019.

Untuk mengantisipasi itu, Jokowi sampai menggelar rapat khusus membahas situasi keamanan Indonesia menjelang pelantikan. Rapat tersebut dihadiri Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

Ada juga Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kepala BIN Budi Gunawan.

Kemarin, Senin 23 September, hanya dalam sehari berbagai peristiwa terjadi dan mengancam keamanan Indonesia. Di antaranya adalah kerusuhan di Wamena, Papua yang menelan korban sipil 17 orang.

Kemudian, di Jakarta, Yogyakarta dan sejumlah daerah lainnya, ribuan mahasiswa melakukan aksi serempak dengan sejumlah tuntutan, di antaranya menolak revisi UU KPK dan RKUHP. Bahkan, mahasiswa yang melakukan aksi hingga malam di Jakarta dilaporkan telah merusak pagar gedung DPR/MPR.

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini