Nah Loh! Wanita Pelaku Kampanye Hitam Ternyata Pernah Bertemu Fadli Zon!

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Setelah viral video kampanye hitam yang serang Jokowi, terungkap ternyata para pelaku pernah bertemu dengan Fadli Zon!

Video viral yang melakukan kampanye hitam tersebut ternyata diunggah pertama kali oleh akun Twitter @Citrawida5, hal tersebut terungkap melalui penelusuran netizen di media sosial Twitter.

Dan ternyata, wanita tersebut adalah korwil PEPES (Partai Emakemak Pendukung Prabowo Sandi) dari Karawang. Ia juga pernah melakukan kunjungan ke DPR dan bertemu langsung dengan Wakil Ketua DPR-RI, Fadli Zon. Jejak digital tak bisa dihilangkan, hal tersebut terpampang nyata di Twitter milik Fadli Zon.

Dari jejak digital Twitter Fadli Zon, terlihat ia melakukan pertemuan dengan salah satu pelaku kampanye hitam tersebut pada awal 11 Februari 2019 lalu.

Sebelumnya warga Karawang dibuat geger dengan video aksi sosialisasi berisi kampanye hitam terhadap Jokowi – Maruf yang viral di media sosial. Sebab, diduga kuat peristiwa dalam video itu terjadi di Karawang.

Dalam video yang beredar, dua orang perempuan tersebut berbicara dalam bahasa sunda saat kampanye door to door. Warga diyakini bahwa Jokowi akan melarang azan dan membolehkan pernikahan sesama jenis.

“Moal aya deui sora azan, moal aya deui nu make tieung. Awewe jeung awene meunang kawin, lalaki jeung lalaki meunang kawin,” kata perempuan di video yang viral.

Jika diartikan, ajakan itu memiliki arti: Suara azan di masjid akan dilarang, tidak akan ada lagi yang memakai hijab. Perempuan sama perempuan boleh kawin, laki-laki sama laki-laki boleh kawin.

Ketiga wanita pelaku kampanye hitam tersebut kini telah diamankan oleh kepolisian. Sementara BPN, melalui Jubirnya,
Ferdinand Hutahean mengklaim para pelaku memang relawan untuk Prabowo-Sandiaga Uno. (Tisa)

Berita Terbaru

Pemerintah Gencarkan Pembangunan di Papua Sebagai Amanat Undang-Undang

Pemerintah Indonesia telah mengintensifkan upaya pembangunan di Papua sebagai bagian dari amanat Undang-Undang Otonomi Khusus Papua yang telah diperbarui...
- Advertisement -

Baca berita yang ini