Musim Corona, TNI-Polri Hadang KKB yang Ingin Kuasai Freeport di Jila

Baca Juga

MATA INDONESIA, TIMIKA – Sejumlah kelompok kriminal bersenjata (KKB) terus berusaha memasuki Tembagapura untuk menutup Freeport. Namun, aparat gabungan TNI-Polri sudah mengetahui pergerakan mereka dan berusaha menghadang di Distrik Jila.

“Kami sudah mengetahui di mana keberdaan mereka,” kata Kapolres Mimika AKBP I Gusti Gede Era Adhinata di Timika, Rabu 18 Maret 2020.

Masalahnya untuk menindak mereka aparat keamanan Indonesia terkendala pesawat terbang.

Polres Mimika juga telah meminta bantuan tambahan personel untuk melakukan penyekatan di beberapa titik agar kelompok bersenjata itu tidak masuk ke kawasan Tembagapura.

Mereka kini sudah memasuki sejumlah perkampungan sekitar Tembagapura, seperti Banti dan Opitawak.

I Gusti Gede Era Adhinata menegaskan teror penembakan yang dilakukan KKB di Tembagapura selama ini terjadi di luar kawasan pertambangan PT Freeport Indonesia.

Dengan demikian tidak mengganggu atau menghentikan aktivitas produksi.

1 KOMENTAR

  1. Bapak2 TNI dan POLRI yang bertugas menahan upaya pebghancuran Freeport oleh KKB,tidak usah repot2 dicegat Pak,posisikan saja,biarkan masuk ke areal tetapi hilangkan segala jenis kendaraan apapun di sana,baru siapkan pasukan untuk “memanen” pelanggar hukum bersenjata liar pengganggu Kamtibmas ini Pak.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini