MUI Jabar Kaji Fatwa Haram Game PUBG

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA-Aksi terror penembakan secara brutal oleh teroris bersenjata yang terjadi di Selandia Baru mendorong MUI Jawa Barat mengkaji penerbitan fatwa haram game online Player Unknown’s Battle Grounds (PUBG) mobile.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat Rahmat Syafei mengatakan pihaknya akan mengkaji dampak game online PUBG.

“Kami berencana melakukan kajian larangan games PUBG, mengingat aksi teror yang dilakukan di dua mesjid di Selandia Baru, aksi pelaku mirip dengan games PUBG,” katanya.

MUI menilai bahwa permainan tersebut memiliki dampak negatif dan berpotensi mempengaruhi seseorang untuk melakukan aksi kejahatan.

“Kalau terkait media sosial, sudah ada Fatwa-nya, namun untuk Game Online itu menarik juga untuk dilakukan kajian. Kami belum melakukan penelitian,” ujarnya.

Kajian ini dilakukan untuk mengetahui apakah kejadian seperti di Selandia Baru sepenuhnya dikarenakan dampak Game Online atau ada dampak lainnya.

Dan jika nantinya hasil kajian menyebutkan jika games tersebut dianggap identik dengan motif yang dilakukan oleh pelaku, saat melakukan aksi penembakan, MUI siap mengeluarkan fatwa larangan games tersebut.

MUI juga mengakui bahwa games tersebut, saat ini sedang digandrungi masyrakat khususnya di Jawa Barat. “Rencana tim pengkaji larangan games PUBG akan dibentuk MUI dan melibatkan Polda Jabar dalam waktu dekat ini,” katanya.

Polda dan MUI juga membuat pernyataan agar seluruh warga Jawa Barat, tidak terprovokasi melakukan tindakan balas dendam atau tindakan lain yang dapat mengancam keamanan dan ketertiban.

Sementara itu, Kapolda Jawa Barat Irjen Agung Budi M mengatakan siap berkoordinasi dengan TNI untuk menjaga tempat tempat ibadah di seluruh Jawa Barat dan meminta warga Jawa Barat tidak bertindak sendiri atas peristiwa terror di Selandia Baru. “Jawa Barat harus tetap kondusif, apalagi menjelang pemilu April nanti,” katanya.

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini