Mirip di Amerika Serikat! Penembakan di Acara Wisuda, Tiga Korban Meninggal Dunia Termasuk Mantan Wali Kota

Baca Juga

MATA INDONESIA, QUEZON CITY – Tiga orang meninggal dunia ketika seorang pria melakukan penembakan di acara wisuda sebuah universitas.

Mantan wali kota, Rose Furigay, merupakan satu di antara tiga korban yang meninggal tersebut. Dia sedang menghadiri acara wisuda putrinya, yang mengalami luka-luka saat insiden penembakan di Kota Quezon.

Pria yang diduga sebagai pelaku sudah ditangkap. Dia diduga terlibat dalam sengketa hukum dengan Furigay. Penembakan di sekolah dan universitas jarang terjadi di Filipina tetapi pembunuhan terhadap politisi cukup umum.

Penembakan itu terjadi di Universitas Ateneo de Manila, dalam sebuah acara untuk mahasiswa hukum dan keluarga mereka. Furigay adalah mantan wali kota Lamitan, sebuah kota di selatan Filipina yang bergolak. Namun polisi menunjuk pada sejarah panjang tersangka dalam perselisihan dengan Furigay.

Asistennya dan salah satu penjaga keamanan universitas juga tewas dalam serangan itu. Polisi mengatakan putri Furigay dalam kondisi stabil di rumah sakit.

Presiden Filipina, Ferdinand Marcos Jr mengatakan polisi akan menyelidiki pembunuhan ini secara menyeluruh dan cepat dan membawa semua yang terlibat ke pengadilan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Komitmen Negara Majukan Papua melalui Otonomi Khusus

Oleh: Dominikus Tebay * Otonomi Khusus Papua merupakan kebijakan strategis negara yang menegaskankehadiran dan keberpihakan pemerintah pusat dalam membangun Tanah Papua secaraberkelanjutan, adil, dan bermartabat. Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, Otsus tidak diposisikan semata sebagai skema transfer fiskal, melainkansebagai instrumen utama untuk mempercepat pemerataan pembangunan, memperkuatsumber daya manusia, serta memastikan Orang Asli Papua memperoleh manfaat nyatadari kemajuan nasional. Komitmen pemerintah untuk menjaga bahkan meningkatkanalokasi Dana Otsus pada 2026 memperlihatkan keseriusan negara dalam menjawabtantangan pembangunan Papua secara menyeluruh. Kebijakan ini mencerminkan pemahaman mendalam bahwa Papua memiliki karakteristikgeografis, sosial, dan demografis yang unik. Wilayah yang luas, sebaran penduduk yang terpencar, serta kebutuhan infrastruktur dasar yang tinggi menuntut dukungananggaran yang konsisten dan berkelanjutan. Otsus menjadi fondasi penting agar pembangunan tidak berhenti pada simbol, tetapi benar-benar menjangkau masyarakathingga ke kampung-kampung. Dalam konteks inilah, komitmen Presiden Prabowo dipandang sebagai langkah strategis yang memperkuat rasa keadilan dan kesetaraanantarwilayah di...
- Advertisement -

Baca berita yang ini