Minta Kenaikan Gaji, Dosen di Yaman Ditembak Mati Kelompok Houthi

Baca Juga

 

MATA INDONESIA, SANAA – Profesor di Universitas Yaman, Mohammed Ali Naeem dibunuh oleh milisi bersenjata Houthi hanya beberapa jam setelah ia meminta pemerintah Houthi menaikkan gajinya. Demikian dilaporkan kantor berita Al HAdath.

Mohammed Ali Naeem merupakan direktur departemen teknik dan profesor arsitektur di Universitas Sanaa – ibu kota Yaman. Naeem dilaporkan ditembak oleh milisi bersenjata Houthi – yang didukung oleh Iran, ketika ia meninggalkan rumah seorang temannya.

Namun, tak lama setelah kematian Naeem, Houthi segera merilis video dari seorang tersangka yang mengaku telah membunuh profesor karena masalah pribadi dan perselisihan lama di jejaring social, Facebook.

Dalam video yang di-tweet oleh Al Hadath, seorang pria bernama Fouad Hussein Solih mengatakan dia mengikuti Naeem setelah melihatnya di jalan secara kebetulan. Solih kemudian mengatakan bahwa ia menembak dan membunuh sang profesor ketika keluar dari rumah.

“Saya mengeluarkan senjata saya ketika dia keluar, saya keluar dari kendaraan saya dan menembaknya, lalu kembali ke kendaraan saya dan pergi,” kata tersangka dalam video tersebut sambil menambahkan bahwa ia menembak Naeem sebanyak tiga kali sebelum meninggalkannya, melansir English al Arabiya.

Houthi yang didukung Iran secara teratur menculik atau membunuh siapapun yang menentang mereka. Kelompok pemberontak itu tak segan menghabisi siapa pun — tak terkecuali aktivis maupun masyarakat umum, yang lantang membahas tentang kondisi kehidupan warga Yaman.

Naeem, serta ribuan pegawai negeri Yaman, belum menerima gaji mereka sejak akhir 2016 atau tepatnya ketika Houthi menghentikan pembayaran, setelah bank sentral Yaman dipindahkan dari Sanaa oleh pemerintah yang diakui secara internasional.

Dewan Hak Asasi Manusia PBB dan kelompok hak asasi manusia lainnya telah mengutuk pelanggaran yang dilakukan oleh milisi Houthi selama bertahun-tahun. Pelanggaran ini termasuk penangkapan, penahanan, penolakan akses kemanusiaan dan pembunuhan.

Pada April, model sekaligus aktris Yaman Entisar al-Hammadi diculik oleh milisi bersenjata Houthi di dekat ibu kota Sanaa, kata para aktivis di media sosial. Sementara tahun lalu, Houthi dilaporkan memukuli seorang wanita hamil sampai mati di depan keempat anaknya selama penggerebekan rumah untuk menangkap suaminya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Soal Wacana Hak Angket Bongkar Dugaan Kecurangan Pemilu 2024, Pakar Politik: Itu Tantangan Besar!

Mata Indonesia, Sleman - Usulan terkini untuk DPR mempertimbangkan hak angket guna menyelidiki potensi kecurangan dalam Pemilu 2024 semakin mendapatkan dukungan. Arya Budi, Pakar Politik dari Universitas Gadjah Mada (UGM), menyatakan bahwa rencana tersebut memiliki kemungkinan untuk direalisasikan dalam teori.
- Advertisement -

Baca berita yang ini