Minat Jadi Intelejen? Badan Intelijen Negara Buka Lowongan Nih

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Berminat jadi intelijen atau bekerja di Badan Intelijen Negara (BIN)? Nah baru-baru ini BIN merilis informasi seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2021.

Informasi tersebut tertuang dalam Pengumuman Nomor: Peng- 03/VI/2021 tentang Seleksi Penerimaan CPNS BIN Tahun Anggaran 2021.

Ada 118 posisi dan jabatan dan yang bisa dilamar dengan kualifikasi pendidikan SMA hingga S-2. Ada tiga kriteria pelamar CPNS BIN 2021, yaitu putra/putri lulusan terbaik berpredikat cumlaude, putra/putri Papua dan Papua Barat, serta formasi umum.

Daftar posisi CPNS BIN 2021 terbilang beragam. Mulai dari posisi ahli pertama pengembang sistem intelejen, ahli pertama penata kelola intelejen, ahli pertama dokter, perawat, ahli advokasi hukum, ahli badan keterangan, analis intelejen, hingga pengadministrasian rekam medis dan informasi.

Bidang ilmu kependidikan yang dibutuhkan juga amat  luas, mulai dari lulusan sosial politik, sastra, psikologi, hukum ekonomi, teknik, kimia, biologi, hingga kedokteran serta keperawatan.

Berikut beberapa persyaratan dan tahapan seleksi CPNS BIN 2021

a) Warga negara Indonesia (WNI) Usia minimal 18 tahun dan maksimal 35 tahun pada saat melamar

b) Tidak pernah dipidana dengan pidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang sudah mempunyai kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana dengan pidana penjara dua tahun atau lebih

c) Tidak pernah diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri atau tidak dengan hormat sebagai PNS, TNI, Polri, atau pegawai swasta

d) Tidak berkedudukan sebagai CPNS, PNS, TNI, Polri

e) IPK minimal 3,00 (skala 4) bagi lulusan perguruan tinggi negeri dan 3,30 untuk lulusan perguruan tinggi swasta

f) Pelamar yang berasal dari perguruan tinggi negeri memiliki ijazah yang telah disetarakan

g) Memiliki Surat Tanda Registrasi (STR) yang masih berlaku untuk jenis jabatan tenaga kesehatan h)Berkelakuan baik, dibuktikan dengan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK)

i) Memiliki kualifikasi pendidikan sesuai dengan persyaratan jabatan

j) Sehat jasmani dan rohani, tidak buta warna dan jika berkacamata maksimal +(plus)/-(minus) 1,0

k) Tinggi badan bagi pria minimal 160 cm dan 155 cm untuk wanita dengan berat badan ideal

l) Bagi wanita tidak bertato/bekas tato dan tindik/bekas tindik pada anggota badan selain di telinga, kecuali disebabkan oleh ketentuan adat

m )Bagi pria tidak bertato/bekas tato dan tindik/bekas tindik pada anggota badan, kecuali disebabkan oleh ketentuan adat

n) Calon pelamar hanya dapat mendaftar pada satu instansi dan satu formasi jabatan

o) Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah NKRI.

Registrasi dan tahapan seleksi Informasi lengkap mengenai seleksi CPNS di lingkungan BIN dapat diakses di https://www.bin.go.id/Karir/. Registrasi dilakukan secara online melalui laman https://sscasn.bkn.go.id dengan menggunakan NIK dan nomor KK pada 2-21 Juli 2021.

Ada lima tahap seleksi CPNS Badan Intelijen Negara, yaitu:

  • Seleksi administrasi Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) bobot 40%
  • Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) bobot 60%
  • Tahap pantukhir dan pengumuman.
  • Khusus untuk SKB, ada beberapa tes yang harus dilalui: tes psikologi (bobot 30%), tes kesehatan umum dan jiwa (bobot 40 %), tes mental idelogi (bobot 20%), tes kesegaran jasmani (bobot 10 %).

Calon peserta dapat memilih lokasi ujian Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) di salah satu dari 14 titik lokasi ujian.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini