Milanisti Harap Sabar, Mandzukic Belum Bisa Tampil dalam Waktu Dekat

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Seluruh penggemar AC Milan di dunia tentunya sudah tak sabar menanti aksi striker teranyar Rossoneri, yakni Mario Mandzukic yang baru saja didatangkan.

Mengutip Tuttosport, Rabu 20 Januari 2021, menurut pelatih kebugaran pribadinya, Luka Milanovic, striker asal Kroasia tersebut baru bisa bermain, paling cepat dua atau tiga pekan mendatang.

“Mario memiliki kekuatan dan stamina yang sangat baik. Dia siap bekerja dengan timnya. Dia memang akan butuh waktu untuk beradaptasi, tapi itu kan wajar. Tentunya dia akan butuh waktu lebih sedikit daripada pesepakbola biasa,” kata Milanovic.

Seperti diketahui, Milan mendatangkan striker berpengalaman tersebut secara gratis. Mandzukic berstatus tanpa klub sejak sepakat mengakhiri kontraknya lebih awal dengan klub Qatar, Al-Duhail pada Juli 2020.

Meski sudah berusia 34 tahun, Mandzukic diharapkan bisa berduet maut dengan Zlatan Ibrahimovic di lini depan, dengan dukungan striker muda Rafael Leao untuk menambah daya gedor Setan Merah Italia, yang kini masih memuncaki klasemen sementara.

Milanovic menyatakan, ia siap memberi jaminan bahwa Mandzukic akan bekerja ekstra membantu Milan meraih Scudetto pertama sejak 2011.

“Saya selama ini sudah bekerja dengan banyak atlet selama 20 tahun dan saya jamin Mario itu salah satu dari tiga atlet terbaik yang pernah bekerja dengan saya. Saya rasa dia akan 100 persen fit dalam dua atau tiga pekan,” ujar Milanovic.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Transparansi MBG: Bukti Pemerintahan Prabowo Kelola Program Rakyat dengan Hatidan Integritas

Oleh: Alexander Royce*) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subiantosejak awal dirancang bukan sekadar sebagai kebijakan sosial, melainkan sebagai investasi jangkapanjang bagi kualitas sumber daya manusia Indonesia. Program ini menargetkan pemenuhan gizijutaan anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, serta balita di berbagai wilayah Tanah Air. Dalamperjalanannya, MBG tidak hanya menghadirkan manfaat kesehatan dan sosial, tetapi juga menunjukkan bagaimana pemerintah berupaya membangun tata kelola program publik yang transparan dan akuntabel. Sejak diluncurkan secara bertahap pada 2025, MBG berkembang pesat dengan dukunganjaringan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di berbagai daerah. Pada awal2026 saja, lebih dari 19 ribu SPPG telah beroperasi untuk melayani puluhan juta penerimamanfaat di seluruh Indonesia. Program ini bahkan telah menjangkau sekitar 55 juta hingga lebihdari 58 juta penerima manfaat, menjadikannya salah satu program intervensi gizi terbesar yang pernah dijalankan pemerintah Indonesia. Besarnya skala program tentu menuntut tata kelola yang baik agar kepercayaan publik tetapterjaga. Di sinilah pemerintah menunjukkan komitmennya terhadap transparansi. Alih-alihmenutup informasi, pengelola MBG justru mendorong keterbukaan dalam berbagai aspek, mulaidari pengadaan bahan makanan, komposisi menu, hingga penggunaan anggaran. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menekankan bahwa transparansimenjadi fondasi penting dalam penyelenggaraan program MBG. Ia mendorong seluruh dapurSPPG untuk mempublikasikan menu harian melalui media sosial atau saluran komunikasi publiklainnya. Langkah ini bertujuan agar masyarakat dapat melihat langsung jenis makanan yang disajikan kepada para penerima manfaat, sekaligus memastikan bahwa standar gizi yang ditetapkan pemerintah benar-benar diterapkan di lapangan. Menurutnya, keterbukaan informasiini merupakan bagian dari upaya membangun kepercayaan publik serta memastikan program berjalan secara akuntabel. Pendekatan transparansi tersebut juga memperlihatkan bahwa pemerintah tidak alergi terhadappengawasan publik. Dengan membuka informasi menu dan aktivitas dapur MBG secara rutin, masyarakat dapat ikut mengawasi kualitas program....
- Advertisement -

Baca berita yang ini