Milan Nyaris Dipermalukan Udinese, Begini Kata Pioli

Baca Juga

MATA INDONESIA, MILAN – AC Milan gagal meraih kemenangan lawan Udinese. Pelatih Stefano Pioli menyebut, anak asuhnya kurang kualitas.

Berlaga di San Siro, Kamis 4 Maret 2021 dini hari WIB, Milan ditahan imbang Udinese dengan skor 1-1. Bahkan Rossoneri nyaris dipermalukan di kandang sendiri.

Udinese memimpin lebih dulu berkat gol Rodrigo Becao di menit ke-68. Milan terselamatkan tendangan penalti Franck Kessie di injury time atau tepatnya menit ke-97.

Milan tampil di bawah performa terbaiknya. Di laga ini, Il Diavolo Rosso kehilangan tiga pemain kunci, Zlatan Ibrahimovic, Ante Rebic, dan Hakan Calhanoglu yang semuanya cedera.

“Kami ingin memenangkan pertandingan, sangat disayangkan sekali (hanya meraih hasil imbang). Kami tahu akan menghadapi kesulitan lawan tim yang semua pemainnya menumpuk di belakang,” kata Pioli, dikutip dari Football Italia, Kamis 4 Maret 2021.

“Saya melihat adanya determinasi, tapi kami kekurangan kualitas dan ritme. Kami harus bisa memenangkan duel-duel dengan lawan dan satu-satunya duel yang berhasil kami menangkan terjadi di babak pertama melalui peluang dari Samu Castillejo,” ujarnya.

“Hari ini kami (Milan) kekurangan karakteristik yang tepat untuk menghadapi tipe pertandingan seperti ini. Kami kekurangan dua striker sebenarnya (Ibrahimovic dan Rebic) dalam skuat. Rafael Leao punya karakteristik berbeda,” ujarnya.

Hasil imbang tak mengubah posisi Rossoneri di peringkat dua dengan 53 poin dari 25 pertandingan. Jarak dengan Inter Milan hanya tiga poin, tapi bisa menjadi enam poin andai mereka menang dini hari WIB nanti lawan Parma.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini