Messi: Saya Kagum dengan Ronaldo

Baca Juga

MATA INDONESIA, BARCELONA – Di luar persaingannya di dalam lapangan hijau, Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo saling menghormati. Bahkan, Messi mengaku mengagumi Ronaldo sebagai pesepakbola.

Messi dan Ronaldo bersaing menjadi yang terbaik dalam satu dekade terakhir. Apalagi keduanya sempat bermain di liga yang sama, LaLiga, selama sembilan tahun.

Messi berseragam Barcelona, sementara Ronaldo memperkuat seteru abadi Barcelona, Real Madrid. Keduanya berlomba-lomba mengukir rekor personal dan juga memenangkan banyak gelar bersama klub masing-masing.

Tak salah ketika Messi dan Ronaldo didapuk sebagai dua pesepakbola terbaik dunia hingga saat ini. Untuk urusan trofi personal, Messi memenangkan enam trofi Ballon d’Or sementara Ronaldo meraih lima trofi.

Dalam sebuah wawancara dengan La Sexta, Messi mengaku mengagumi beberapa atlet dari luar dunia sepak bola. Di sepak bola, pemain 33 tahun itu menyebut nama Ronaldo sebagai sosok yang dikagumi.

“Ada banyak atlet yang saya kagumi. Rafael Nadal, Roger Federer, LeBron James. Di semua olahraga, ada atlet yang luar biasa dan dikagumi atas kerja kerasnya dan apa yang dilakukan setiap hari,” kata Messi, dikutip dari Football Espana, Selasa 29 Desember 2020.

“Cristiano Ronaldo adalah contoh lain (yang dikagumi) di dunia sepak bola. Ada banyak atlet yang saya kagumi. Saya mengagumi semua atlet yang tampil luar biasa,” ujarnya.

Uniknya, apa yang diungkapkan Messi bertolak belakang saat pengumuman Pemain Terbaik versi FIFA. Messi tak memberikan suaranya untuk Ronaldo, sementara Ronaldo memberikan satu dari tiga suaranya untuk Messi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG dan Komitmen Pemerintah dalam Transparansi Anggaran Jaminan Gizi Berkualitas

Oleh: Dhita Karuniawati )* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah terus diperkuat dari sisitata kelola anggaran agar pelaksanaannya berjalan transparan, akuntabel, dan tepatsasaran. Pemerintah menegaskan bahwa setiap komponen pembiayaan dalamprogram ini telah diatur secara ketat dan harus mengikuti standar yang telah ditetapkan. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa manfaat program benar-benar dirasakanoleh masyarakat, terutama anak-anak sebagai penerima utama program. Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai lembaga yang bertanggung jawab dalampelaksanaan MBG menegaskan bahwa anggaran untuk bahan makanan dalamprogram tersebut telah ditentukan secara jelas. Besaran anggaran tersebut beradapada kisaran Rp8.000 hingga Rp10.000 per porsi makanan, bukan Rp15.000 sepertiyang sempat beredar di masyarakat. Kebijakan ini ditetapkan agar penyedia makanandapat memenuhi kebutuhan gizi yang seimbang bagi para penerima manfaat tanpamengabaikan prinsip efisiensi anggaran negara. Wakil Kepala Badan Bidang Komunikasi dan Investigasi BGN, Nanik S. Deyang, mengatakan bahwa angka Rp13.000–Rp15.000 yang muncul di beberapa sumber tidakmurni untuk bahan makanan, melainkan sudah termasuk biaya operasional, insentifmitra pelaksana, serta kebutuhan pendukung lain. BGN menegaskan bahwa semua penerima manfaat tetap akan memperoleh makananyang bergizi dan aman dikonsumsi. Setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) wajib mengawasi kualitas bahan makanan, memastikan menu sesuai standar gizi yang ditetapkan. Nanik mengatakan Program MBG tetap memperhatikan kelompok prioritas seperti ibuhamil, ibu menyusui, dan balita usia 6–59 bulan. Kualitas makanan menjadi prioritasutama agar tujuan gizi masyarakat tercapai secara optimal. Masyarakat juga diberikan ruang untuk melaporkan dugaan penyimpangan dalam menu MBG. BGN memastikan setiap laporan akan ditindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku, demi menjaga transparansi dan akuntabilitas program. Dengan penegasan ini, BGN berharap publik memahami bahwa anggaran untuk bahanmakanan MBG tetap sesuai aturan Rp8.000–Rp10.000, dan setiap penerima manfaattetap memperoleh makanan bergizi tanpa mengurangi kualitas. Selain pengaturan standar anggaran, pemerintah juga memperkuat aspek transparansimelalui pengembangan sistem pelaporan keuangan yang terintegrasi. Upaya inidilakukan untuk memastikan bahwa seluruh proses pengelolaan dana dalam program MBG dapat dipantau dan diaudit dengan lebih mudah. Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Kementerian Keuangan(Kemenkeu) meluncurkan E-Learning Penyusunan Laporan Keuangan pada SatuanPelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta Aplikasi Pelaporan Keuangan SPPG. Hal itusesuai dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang perbendaharaan negaradan peraturan menteri keuangan nomor 168/ PMK.05/ 2015 sttd. PMK 173/PMK.05/2016 dan PMK...
- Advertisement -

Baca berita yang ini