Mereka yang Mengecewakan di Piala Eropa 2020

Baca Juga

MATA INDONESIA, LONDON – Ada beberapa pemain yang tampil mengecewakan di Piala Eropa 2020 padahal mereka perform ciamik di level klub. Siapa saja?

Nama pertama adalah Kylian Mbappe. Pemain Prancis itu menjadi sorotan ketika membantu Les Bleus juara Piala Dunia 2018 di usia 19 tahun. Saat itu dia mencetak empat gol dan menyabet gelar Pemain Muda Terbaik.

Mbappe tampil mengecewakan di Piala Eropa pertamanya. Dia selalu tampil di semua pertandinga Prancis, tapi tak mampu mencetak satu pun gol. Bahkan, mantan pemain AS Monaco itu menjadi pesakitan karena gagal mencetak gol di adu penalti lawan Swiss pada babak 16 besar.

“Sulit membuka lembaran baru. Rasanya sangat sedih dan menyakitkan. Saya merasa hancur dalam adu penalti. Saya ingin membantu tim, tapi gagal. Pasti tak mudah untuk bisa tidur,” kata Mbappe, dikutip dari Marca, Kamis 1 Juli 2021.

Tidak hanya Mbappe yang gagal tampil apil. Ada juga dua pemain Portugal, Bruno Fernandes dan Joao Felix. Untuk Fernandes, dia diduga mengalami kelelahan karena tampil 81 kali bersama Manchester United.

Sedangkan Joao Felix kondisinya tidak 100 persen karena cedera engkel. Bahkan, pemain Atletico Madrid itu hanya tampil beberapa menit disaat kalah lawan Belgia di babak 16 besar. Meski demikian, Felix mendapat kritikan keras dari legenda MU, Roy Keane,

“Dia penipu. Andai saya Cristiano Ronaldo, saya akan memarahinya di ruang ganti pemain,” kata Keane.

Satu nama lagi yang tampil mengecewakan adalah Gareth Bale. Dia hanya mencatatkan dua assist saat melawan Turki, tapi tak mampu menyumbang gol. Wales dikalahkan Denmark 0-4 di babak 16 besar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini