Hari Ini Cuaca di Jabodetabek Cerah, Mudah-mudahan Ga Hujan

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala Mikro Darurat akan berlangsung 3 Juli 2021. Jika ingin belanja atau membeli keperluan sehari-hari,  Kamis 1 Juli 2021 bisa dilakukan hari ini, tapi tetap dengan protokol kesehatan yang ketat ya gaes. Apalagi cuaca hari ini di Jabodetabek cerah.

Mengutip laman BMKG, cuaca hari ini di Jabodetabek cerah berawan. Waspada potensi hujan yang dapat disertai petir/kilat dan angin kencang di Kota Bogor. “Waspada potensi hujan yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang pada siang/sore hingga malam hari di wilayah Sukabumi/Cianjur, Depok, Bogor, Kota Bogor, Bekasi, Kota Bekasi, Karawang, Purwakarta, Garut, Bandung, Bandung Barat, Kota Bandung, Kuningan, Sumedang, Tasikmalaya, dan Ciamis,” tulis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG dalam laman resminya, Kamis, 1 Juli 2021.

Sedangkan Tangerang dan Tangerang Selatan diramalkan akan cerah.

Berikut ramalan cuaca hari ini dan peringatan dini Jabodetabek dari BMKG:

Jakarta Barat

  • Pagi hari: cerah berawan
  • Siang hari: berawan
  • Malam hari: berawan
  • Dini hari: cerah berawan
  • Suhu: 23-33 derajat Celcius

Jakarta Pusat

  • Pagi hari: cerah berawan
  • Siang hari: cerah berawan
  • Malam hari: cerah berawan
  • Dini hari: cerah berawan
  • Suhu: 24-32 derajat Celcius

Jakarta Selatan

  • Pagi hari: cerah berawan
  • Siang hari: hujan ringan
  • Malam hari: berawan
  • Dini hari: cerah berawan
  • Suhu: 23-32 derajat Celcius

 

Jakarta Timur

  • Pagi hari: cerah berawan
  • Siang hari: hujan ringan
  • Malam hari: berawan
  • Dini hari: cerah berawan
  • Suhu: 23-32 derajat Celcius

 

Jakarta Utara

  • Pagi hari: cerah berawan
  • Siang hari: cerah berawan
  • Malam hari: cerah berawan
  • Dini hari: cerah berawan
  • Suhu: 24-32 derajat Celcius

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Hilirisasi Pertanian sebagai Jalan Ganda: Kurangi Impor, Naikkan Ekspor

Oleh : Lailani FitriSektor pertanian selama ini menjadi salah satu penopang utama perekonomian nasional sekaligusfondasi ketahanan pangan Indonesia. Di tengah dinamika ekonomi global, perubahan iklim, sertatantangan rantai pasok internasional, penguatan sektor pertanian tidak lagi cukup hanyaberorientasi pada peningkatan produksi. Indonesia membutuhkan transformasi yang lebihmenyeluruh melalui hilirisasi pertanian agar setiap komoditas yang dihasilkan mampumemberikan nilai tambah yang lebih besar bagi petani, industri, dan negara. Hilirisasi pertanianmenjadi jalan ganda yang strategis karena tidak hanya mampu mengurangi ketergantunganterhadap impor, tetapi juga meningkatkan daya saing produk nasional di pasar ekspor.Selama bertahun-tahun, Indonesia masih menghadapi tantangan berupa tingginya ketergantunganterhadap sejumlah komoditas pangan tertentu. Kebutuhan terhadap kedelai, bawang putih, maupun beberapa komoditas strategis lainnya masih belum sepenuhnya dipenuhi dari produksidalam negeri. Kondisi tersebut menyebabkan Indonesia rentan terhadap fluktuasi harga global, gangguan distribusi internasional, serta perubahan kebijakan negara pemasok. Oleh karena itu, upaya memperkuat produksi nasional harus berjalan beriringan dengan pengembangan inovasidan hilirisasi agar komoditas dalam negeri memiliki produktivitas, kualitas, dan nilai ekonomiyang semakin tinggi.Langkah Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang mengumpulkan civitas akademikaUniversitas Gadjah Mada untuk memperkuat kolaborasi inovasi dan hilirisasi pertanianmenunjukkan keseriusan pemerintah dalam membangun ekosistem pertanian yang modern dan berkelanjutan. Pertemuan yang melibatkan rektor, dekan, guru besar, peneliti, hingga mahasiswaklaster agro tersebut mencerminkan kesadaran bahwa pembangunan pertanian memerlukanketerlibatan seluruh pemangku kepentingan. Kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia usaha menjadi faktor penting dalam menghadirkan solusi yang mampu menjawabtantangan sektor pertanian nasional.Dalam kesempatan tersebut, Menteri Pertanian Andi...
- Advertisement -

Baca berita yang ini