Menteri ESDM dan BPH Migas Siap Resmikan Penyalur BBM Satu Harga

Baca Juga

Mata Indonesia, Jakarta – Menteri ESDM, Arifin Tasrif, didampingi Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), Erika Retnowati, dijadwalkan akan meresmikan secara serentak 26 penyalur BBM Satu Harga untuk wilayah Papua dan Maluku yang dipusatkan di TBBM Sorong, Papua Barat Daya, pada Jumat (24/11). Pada saat bersamaan, sebanyak 25 penyalur BBM Satu Harga juga diresmikan di tiga lokasi lain, yakni di TBBM Krueng Raya Aceh (9 penyalur), SPBU 5685806 Kabupaten Alor (11 penyalur), dan SPBU 66735002 Kabupaten Kapuas (5 penyalur).

“Ini bagian dari upaya pemerintah mempermudah akses energi ke seluruh masyarakat yang berada di remote area. Keterjangkauan ini akan memberikan dampak pemerataan pembangunan ekonomi yang nyata,” ujar Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama Kementerian ESDM Agus Cahyono Adi.

Program BBM Satu Harga telah ditata dalam Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 36 tahun 2016 tentang Percepatan Pemberlakuan Satu Harga Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu dan Jenis Bahan Bakar Khusus Penugasan Secara Nasional. Peraturan tersebut memberikan kewenangan kepada Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) untuk mengawal pelaksanaan program BBM Satu Harga melalui penugasan terhadap Badan Usaha Penerima Penugasan untuk melaksanakan pembangunan penyalur BBM Satu Harga pada lokasi tertentu yang telah ditetapkan.

Dengan peresmian serentak tersebut, total realisasi penyalur BBM Satu Harga sepanjang tahun 2023 sudah mencapai 80 penyalur, atau mencapai hampir 90 persen dari target yang dipatok tahun ini, yakni 89 penyalur BBM Satu Harga.

Dari roadmap yang dicanangkan, hingga akhir tahun 2024 sebanyak 583 penyalur BBM Satu Harga akan beroperasi. Sementara itu, secara kumulatif mulai tahun 2017 hingga saat ini, capaian penyalur BBM Satu Harga sudah mencapai 503 penyalur.

Dengan adanya penyalur-penyalur BBM Satu Harga tersebut, diharapkan akan menjadi stimulus bagi masyarakat di daerah tertinggal, terdepan dan terluar Indonesia untuk menikmati harga BBM yang sama dengan masyarakat di perkotaan, sehingga bisa meningkatkan taraf hidup serta perekonomian masyarakat.

(Kementerian ESDM)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Kemitraan Strategis dalam MBG Perluas Manfaat bagi Masyarakat dan Pelaku Usaha

Oleh: Alya Putri )*Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus menunjukkan perannyasebagai kebijakan strategis pemerintah yang mampu menghadirkan manfaat ganda bagi masyarakat. Selain meningkatkan akses terhadap makanan bergizi, program ini membangun kemitraan yang melibatkan berbagai pihak sehingga manfaat ekonominya menjangkau desa, pelaku usaha, hingga sektor pangan nasional.Pemerintah melalui Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal memandang sinergi tersebut sebagai bagian penting dalampembangunan desa. Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto, menjelaskan bahwa pelaksanaan Program MBG bersamaProgram Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih mulai menghadirkanpusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di berbagai daerah. Menurut Yandri, masyarakat desa telah merasakan manfaat nyata karenakedua program tersebut tidak hanya menyediakan makanan bergizi, tetapijuga menciptakan aktivitas ekonomi yang semakin berkembang.BUMDes menjadi salah satu mitra yang memperoleh peran strategisdalam implementasi Program MBG. Menurut Yandri, semakin banyakBUMDes yang bekerja sama dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi(SPPG) bersama Badan Gizi Nasional dalam memenuhi kebutuhanoperasional program. Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih juga diproyeksikan menjadi motor penggerak ekonomi pedesaan. Yandri menjelaskan bahwa koperasimemiliki kemampuan menciptakan sumber pendapatan baru sekaligusmemperkuat pemerataan ekonomi. Skema pembagian hasil usaha yang diterapkan memungkinkan sebagianpendapatan menjadi pendapatan asli desa, sementara sebagian besarlainnya kembali kepada masyarakat sehingga manfaat ekonomi dapatdirasakan secara langsung.Lapangan kerja baru menjadi salah satu dampak yang diharapkan darikolaborasi tersebut. Yandri menilai keberadaan koperasi desa akanmembantu mengurangi pengangguran karena tenaga kerja diprioritaskanberasal dari masyarakat setempat. Kebijakan tersebut sekaligusmembuka peluang bagi warga desa untuk memperoleh pekerjaan tanpaharus meninggalkan daerah asalnya.Dukungan terhadap Program MBG tidak hanya datang dari dalam negeri. Global Chief...
- Advertisement -

Baca berita yang ini