Menkes: Saat Ini Tercatat Ada 9 Calon Haji Indonesia Meninggal di Arab Saudi

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA-Sembilan jemaah calon haji asal Indonesia meninggal dunia di Arab Saudi saat pelaksanaan ibadah haji 2019. Enam orang diantaranya meninggal di pesawat dan tiga lainnya meninggal saat menjalani perawatan di rumah sakit Arab Saudi. Hal itu disampaikan oleh Menkes Nila Djuwita F Moeloek, Senin 22 Juli 2019.

Meski ada yang meninggal, kata Nila, secara umum kondisi calon haji asal Indonesia di Arab Saudi cukup bagus. Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan kementerian terkait untuk memberikan pelayanan ke jemaah calon haji tanah air.

Kementerian Kesehatan, lanjut Nila, juga menerjunkan tim gerak cepat untuk membantu jemaah calon haji asal Indonesia yang kesulitan di Arab Saudi. Tugas tim gerak cepat, kata Nila, hanyalah memberikan pertolongan pertama. Jika dibutuhkan penanganan lebih lanjut, maka jamaah tersebut akan dirujuk ke RS di sana.

Pada tahun ini, Indonesia kebagian kuota haji sebesar 221 ribu, terdiri atas 204 ribu jemaah haji reguler dan 17 ribu jemaah haji khusus. Kemudian ada tambahan kuota yang diberikan pemerintah Arab Saudi sebesar 10 ribu jemaah.

Indonesia merupakan negara terbanyak mengirimkan jemaah haji ke Tanah Suci setiap tahunnya dibandingkan dengan negara lain.

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini