Mau Panjang Umur? Peneliti Ini Ungkap Rahasianya

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA-Semua orang selalu bermimpi agar bisa berumur panjang, salah satunya dengan menjalani pola hidup sehat, salah satunya dengan tidak mengkonsumsi banyak makanan ini.

Nutrisi dalam makanan yang dikonsumsi dapat mempengaruhi kesehatan. Semakin sehat makanan, maka semakin banyak manfaat yang bisa diperoleh tubuh.

Berdasarkan penelitian dari University of California menunjukkan bahwa seorang vegetarian akan hidup lebih lama dibandingkan pemakan daging.

Studi ini juga menunjukkan bahwa jenis makanan vegetarian yang sering dikonsumsi seperti buah-buahan, sayuran, dan kacang-kacangan dapat mengurangi risiko seseorang terhadap penyakit seperti kanker, penyakit jantung, dan diabetes.

Bukan hanya itu, studi lain juga menjelaskan konsumsi daging dapat mempengaruhi umur seseorang. Mereka menemukan bahwa orang yang mengonsumsi banyak daging terkait dengan peningkatan risiko kematian yang signifikan.

Pola makan yang mencakup daging seperti daging sapi, babi, domba, atau daging olahan seperti hot dog, sosis, dan ham dikatakan dapat meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit kardiovaskular. Diantaranya kanker, serta masalah seperti diabetes dan peningkatan tekanan darah.

Brookshield Laurent dari New York Institute of Technology College mengatakan pola makan vegan telah terbukti bagus untuk kesehatan, termasuk mencegah penyakit kardiovaskular, penurunan indeks massa tubuh, penurunan risiko diabetes, dan penurunan tekanan darah.

Dokter Mingyang Song juga menambahkan Meskipun penting untuk mengetahui berapa banyak protein yang harus dikonsumsi untuk mencapai kesehatan yang optimal, namun memilih makanan untuk mendapatkan protein itu sama pentingnya.

Berita Terbaru

Tanpa Kematian Sapi, Kasus PMK di Kulon Progo Berangsur Turun: DPP Beri Obat, Vitamin, dan Siapkan Vaksin 9.200 Dosis

Mata Indonesia, Kulon Progo - Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kulon Progo mencatat penurunan jumlah kasus aktif Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada sapi ternak. Meski sempat melonjak pada awal 2026, kondisi terbaru menunjukkan tren membaik.
- Advertisement -

Baca berita yang ini