Mantul, Program Sejuta Rumah Dipuji Bank Dunia

Baca Juga

MINEWS.ID, JAKARTA  – Program Satu Juta Rumah dari Pemerintah Jokowi dipuji Bank Dunia sebagai upaya menyediakan perumahan layak dan terjangkau untuk seluruh kalangan masyarakat.

“Targetnya adalah mencapai tujuan untuk menyediakan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah,” kata Ekonom Urban Senior Bank Dunia, Marcus Lee di Jakarta, Rabu 14 Agustus 2019.

Menurutnya kerja sama banyak pihak sangat penting untuk menyukseskan program tersebut.

Marcus Lee yang juga menjabat Koordinator Program Urban Indonesia pada Bank Indonesia itu terutama untuk memecahkan masalah penyediaan perumahan terutama mencari lahan yang cukup.

Masalah lain adalah jauhnya letak perumahan dari pusat kota tempat para penghuninya bekerja. Sebab hal tersebut bisa menimbulkan masalah kepadatan lalu lintas.

Sebelumnya, Kementerian PUPR menegaskan program tersebut masih akan dilanjutkan pada periode 2020-2024. Alasannya kebutuhan properti akan mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional.

Dirjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi A Hamid mengungkapkan masalah perumahan ini sangat kompleks.

Maka Program Sejuta Rumah akan menggerakkan seluruh pemangku kebijakan di bidang perumahan, apakah pemerintah pusat, swasta, maupun masyarakat bersama-sama membangun rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah.

Pada periode 2015-2019,  Pemerintah Jokowi menargetkan Program Sejuta Rumah membangun 5 juta unit rumah.

Sejak dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo pada 29 April 2015, secara bertahap capaian Program Sejuta Rumah terus meningkat dari 904.758 unit di tahun 2015 menjadi 1.132.621 juta unit pada tahun 2018.

Secara keseluruhan selama periode 2015-2018 telah terbangun 3.542.318 unit rumah dengan komposisi 70 persen rumah masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan 30 persen rumah non-MBR.

Pada tahun 2019, Kementerian PUPR menargetkan capaian Program Sejuta Rumah lebih tinggi yakni sebanyak 1,25 juta rumah. Hingga 5 Agustus 2019, pemerintah sudah membangun 735.547 unit.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Akselerasi Pembangunan Papua untuk Keadilan yang Merata

Oleh: Andreas Wakerkwa)*Upaya akselerasi pembangunan di Papua terus menjadi prioritas strategispemerintah dalam rangka mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Melalui pelaksanaan Program Strategis Nasional (PSN), pembangunan di wilayah Papua tidak lagi dipandang semata sebagai proyek infrastruktur, melainkansebagai langkah komprehensif yang bertujuan menciptakan kesejahteraan yang merata, inklusif, dan berkelanjutan. Pendekatan ini menempatkan masyarakatsebagai pusat pembangunan, sehingga setiap kebijakan yang dijalankan diharapkanmampu menjawab kebutuhan riil masyarakat setempat.Ketua Lembaga Pengembangan Generasi Papua (Lempeng Papua), Pastor Catto Y. Mauri, S.Th., mengatakan bahwa PSN merupakan fondasi penting dalammendorong transformasi pembangunan di Papua. Ia memandang bahwapembangunan yang tengah berlangsung bukan sekadar pembangunan fisik sepertijalan, jembatan, atau fasilitas publik lainnya, melainkan bagian dari upaya besaruntuk membuka akses, meningkatkan kualitas hidup, serta memperkuat daya saingmasyarakat Papua di berbagai sektor.Menurutnya, pembangunan yang inklusif harus melibatkan partisipasi aktif seluruhelemen masyarakat. Oleh karena itu, dukungan kolektif menjadi kunci keberhasilanimplementasi PSN di Papua. Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta masyarakat lokal diyakini mampu mempercepat tercapainya tujuanpembangunan yang berkeadilan. Dalam konteks ini, masyarakat tidak hanyamenjadi objek pembangunan, tetapi juga subjek yang memiliki peran strategis dalammenentukan arah dan keberhasilan program.Lebih lanjut,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini