Mantul! Indomie Dinobatkan Sebagai Mie Instan Terlezat di Dunia

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Indonesia patut berbangga diri, produk makanan instan yakni indomie, dinobatkan sebagai mie instan terlezat di dunia.

Berdasarkan penilaian L.A Times, Indomie berada di urutan pertama dalam daftar L.A Times Instant Ramen Power Rankings 2019.

Tak tanggung-tanggung, Indomie menempati dua posisi sekaligus. Posisi pertama ditempati oleh Indomie dengan rasa ayam barbecue dan pada posisi ke-10 ada Indomie varian mie goreng.

Indomie varian mie goreng juga masuk ke daftar mie instan terbaik versi Thrillist. Dikutip dari Thrillist, Minggu 29 Agustus, mie tersebut bisa jadi salah satu pilihan saat ingin makan mie tanpa kuah.

Popularitas Indomie juga jadi perbincangan oleh salah satu perusahaan media asal Amerika, History. Mereka mengunggah ulasan mengenai Indomie di laman Facebooknya satu minggu yang lalu.

Pada unggahan tersebut, History menulis tentang sejarah singkat munculnya Indomie yang didalamnya berisi soal kepemilikan dan si peracik Indomie tersebut.

“Indomie sudah menjadi produk identik mie instan asal Indonesia. Meskipun merek tersebut sekarang menawarkan berbagai macam rasa, namun varian Mie Goreng tetap menjadi yang terlaris,” kata History.

Unggahan tersebut lantas banjir dengan komentar warganet dari berbagai negara, termasuk salah satunya pengguna Facebook asal Kanada yang menyebut Indomie adalah mie instan favoritnya selama berada di Brunei.

Terdapat juga pengguna Facebook asal Filipina yang menuliskan jika Indomie adalah makanan penyelamat saat belum gajian.

Perlu diketahui, Indomie kini telah diproduksi di berbagai pabrik di beberapa negara yakni Nigeria, Suriah, Arab Saudi, Mesir dan Malaysia. Indomie juga telah diperjualbelikan di 90 negara di dunia, ada Selandia Baru, Amerika Serikat, Afrika, Eropa, Kanada, Asia dan negara di Timur Tengah.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini