Majukan Ekonomi Umat Lewat Peran Pondok Pesantren

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Pondok Pesantren (Ponpes) selama ini dikenal memiliki peran yang signifikan dalam keikutsertaan mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pengelolaan bidang pendidikan. Hal itu diungkapkan oleh Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto.

Menurutnya, lembaga Ponpes secara aktif juga telah memberikan pengalaman berorganisasi kepada para santri dan santriwati yang kemudian diharapkan dapat menumbuhkan jiwa kepemimpinan.

Melalui peran tersebut, Ponpes turut memiliki andil dalam menciptakan pemimpin unggul yang berguna dalam pembangunan kemajuan bangsa.

Peran penting Ponpes juga terlihat dalam kemampuan untuk memajukan ekonomi umat, tidak hanya bagi kemandirian ekonomi pondok pesantren semata namun juga termasuk pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat di lingkungan sekitar pesantren.

“Untuk Santri dan Santriwati, untuk terus semangat belajar dan mengikuti perkembangan keilmuan sekarang. Terutama untuk mahasiswa dan mahasiswi jurusan kesehatan, karena ini menjadi sektor yang penting sejak terjadinya pandemi Covid-19. Masyarakat menantikan karya dan pengabdian dari adik-adik semuanya,” ungkap Menko Airlangga dalam keterangan tertulis.

Menko Airlangga Hartarto melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Jawa Timur dan berkesempatan untuk mengunjungi Ponpes Nurul Jadid dan Ponpes Zainul Hasan Genggong di Kabupaten Probolinggo.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Bonus Hari Raya Ojol, Kesejahteraan Bagi Gig Worker

Oleh: Alexander Royce*) Transformasi ekonomi digital Indonesia dalam satu dekade terakhir telah melahirkan jutaanpekerja sektor informal berbasis aplikasi atau gig worker. Di antara mereka, pengemudi ojek online (ojol) menjadi tulang punggung mobilitas dan distribusi barang, terutama di momen-momen krusial seperti Ramadan dan Idulfitri. Tahun ini, kabar mengenai pencairan Bonus Hari Raya (BHR) bagi para pengemudi ojol menjadi angin segar yang tidak hanya berdampak pada kesejahteraan pekerja, tetapi juga memperkuat fondasi ekonomi nasional. Langkah pemerintah memastikan kembali pemberian Bonus Hari Raya bagi pengemuditransportasi daring menunjukkan keberpihakan yang nyata terhadap pekerja sektor informal digital. Kebijakan ini relevan dengan situasi terkini, di mana daya beli masyarakat menjadi salah satu kunci menjaga stabilitas ekonomi menjelang Lebaran 2026. Dengan lebih dari 850 ribupengemudi yang dipastikan menerima bonus tahun ini, dampaknya tidak bisa dipandang sebelahmata. Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, memastikan bahwa para pengemudi ojol kembalimendapatkan Bonus Hari...
- Advertisement -

Baca berita yang ini