Maju Jadi Calon Wali Kota Solo, Ini Rincian Total Kekayaan Gibran

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka dan Teguh Prakosa resmi ditetapkan sebagai pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Solo, Rabu 23 September 2020 dengan nomor urut 1.

Mereka Bakal bersaing dengan Bagyo Wahyono-FX Supardjo (Bajo) yang maju melalui jalur independen.

Nah, masyarakat penasaran berapa harta kekayaan Gibran, yang maju menjadi calon Wali Kota Solo?

Dalam laman resmi Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), disebutkan bahwa harta kekayaan Gibran mencapai Rp 21.152.810.130.

Mayoritas harta kekayaannya berupa tanah dan bangunan yang memiliki nilai Rp 13.400.000.000. Tercatat, ada lima bidang tanah yang tertera dalam laporan itu, yaitu tiga bidang tanah di Surakarta dan dua bidang tanah di Sragen.

Sementara itu, harta kekayaan Gibran di bidang alat transportasi dan mesin mencapai Rp 682.000.000. Ayah Jan Ethes tersebut memiliki lima jenis mobil, yaitu 2 Toyota Avanza (2016 dan 2012), Isuzu Panther (2012), Dihatsu Grand Max (2015), dan Mitsubishi Pajero Sport (2016).

Selain mobil, Gibran juga memiliki tiga motor, yaitu Honda Scoopy (2015), Honda CB-125 (1974), dan Royal Enfield (2017).

Gibran juga memiliki kekayaan di bidang harta bergerak lainnya dengan total Rp 260.000.000. Sementara harta berupa kas dan setara kasnya mencapai Rp 2.154.396.134.

Meski tak dijelaskan secara rinci, di kolom harta lainnya, ia mempunyai harta senilai Rp 5.552.000.000. Gibran juga tercatat memiliki utang sebesar Rp 895.586.004.

Dengan kekayaan lebih dari Rp 21 miliar itu, Gibran menjadi calon wali kota dan wakil wali kota Solo terkaya.

Wakil Gibran, Teguh Prakosa mempunyai harta kekayaan sebesar Rp 1.231.150.999. Sedangkan pesaingnya, Bagyo Wahyono memiliki harta kekayaan sebesar Rp 1.987.550.304.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini