Mahathir Hubungi Erdogan, Bahas Nasib Palestina

Baca Juga

MATA INDONESIA, INTERNASIONAL – Eks Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad melakukan kontak via telepon dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Kamis 13 Mei 2021, saat momen Idul Fitri.

Dalam percakapan yang diunggah di Twitter dalam bentuk video, Mahathir dan Erdogan sama-sama membahas nasib rakyat Palestina.

Erdogan adalah sosok yang pertama mengajak Mahathir untuk membicarakan nasib Yerusalem, terutama serangan di Masjid Al Aqsa pada Senin 10 Meib 2021 lalu.

Merespons percakapan Erdogan, Mahathir mengaku ia marah besar dengan tindakan brutal militer Israel di Yerusalem.

“Jelas kami memiliki pandangan yang sama atas konflik yang dilakukan oleh tindakan agresif Israel terhadap Palestina dan penindasan terhadap rakyat Palestina,” kata Mahathir.

Selain itu, keduanya juga saling mengucapkan selamat Idul Fitri dan berharap hubungan kedua negara, dapat terjalin lebih dekat.

“Saya juga memiliki kesempatan untuk menelepon dan mengucapkan selamat Idul Fitri kepada Presiden Recep Tayyip Erdoğan dari Turki, dan keluarganya. Kami juga mengambil kesempatan untuk berdiskusi tentang Palestina,” ujar Mahathir.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

PP Tunas Buka Era Baru Perlindungan Anak Digital

Oleh: Damar Alamsyah )*Pemerintah resmi memberlakukan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalamPelindungan Anak atau PP Tunas sebagai tonggak penting dalammemperkuat perlindungan anak di ruang digital. Kebijakan PP Tunas menandai perubahan pendekatan negara yang semakin adaptif terhadap tantangan perkembangan teknologi, sekaligusmenegaskan komitmen dalam menjaga generasi muda dari berbagairisiko di dunia maya.Regulasi PP Tunas hadir sebagai jawaban atas meningkatnya intensitaspenggunaan platform digital oleh anak dan remaja. Pemerintahmemandang ruang digital tidak lagi sekadar sarana hiburan, melainkantelah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari yang memerlukanpengaturan serius. Kebijakan negara melalui PP Tunas dirancang untukmemastikan ekosistem digital berjalan secara sehat, aman, dan bertanggung jawab.Anggota Komisi Perlindungan Anak Indonesia, Kawiyan, menilai bahwakeberhasilan implementasi PP Tunas sangat ditentukan oleh kepatuhanplatform digital. Pandangan Kawiyan menegaskan bahwa seluruhketentuan dalam regulasi tersebut harus dijalankan secara konsisten oleh penyelenggara sistem elektronik agar perlindungan anak dapat terwujudsecara optimal.Kepatuhan platform digital mencakup berbagai aspek penting dalampengelolaan layanan. Kewajiban dalam PP Tunas meliputi klasifikasi usiapengguna, penentuan tingkat risiko layanan, serta pembatasan aksesberdasarkan usia sebagai instrumen perlindungan utama. Tanggungjawab platform...
- Advertisement -

Baca berita yang ini