Mahasiswa Universitas Negeri Makassar Anarkis! Tawuran Ruang Kelas Dibakar

Baca Juga

MINEWS, MAKASSAR – Ruang kelas Universitas Negeri Makassar (UNM) terbakar akibat tawuran antar mahasiswa kampus tersebut. Tawuran yang terjadi pada Minggu dinihari, 26 Mei 2019 tersebur melibatkan mahasiswa fakultas Bahasa dan Teknik.

Dalam tawuran ini para mahasiswa melakukan aksi tidak terpuji dengan membakar ruang kelas kampus. “Ada sempat dibakar itu ruang kelas, namun langsung dipadamkan,” ujar Panit 2 Reskrim Polsek Tamalate Makassar, Ipda Sugiman di Makassar, Minggu pagi, 26 Mei 2019.

Menurut Sugiman, pemicu tawuran ini diduga karena dendam lama. “Tawuran ini terjadi diduga karena penyakit lama kembali kambuh,” kata Sugiman.

Aparat kepolisian pun mengaku sudah menyita sejumlah senjata tajam yang diduga digunakan para pelaku tawuran.

“Kami lakukan penyisiran, ada diamankan katapel, busur dan parang,” kata Ipda Sugiman.

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini