Madrid, Milan, Juventus dan Barcelona Dapat Ancaman Baru dari UEFA

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – UEFA kembali menebar ancaman serius kepada Real Madrid, AC Milan dan Barcelona serta Juventus yang belum meninggalkan Liga Super Eropa atau ESL.

Presiden UEFA Aleksander Ceferin menegaskan, bila keempat klub tersebut tidak segera cabut dari rencana ESL, maka akan dikeluarkan dari Liga Champions musim depan.

“Klub harus segera memutuskan apakah mereka memilih Super League, ataukah mereka benar-benar klub Eropa. Jika mereka mengatakan Super League, maka tidak akan bermain di Liga Champions, dan silakan mereka bermain di kompetisi sendiri,” kata Ceferin dalam pernyataannya, seperti dikutip dari Mundo Deportivo, Sabtu 24 April 2021.

“Kami masih menunggu analisis hukum dan kemudian kami akan lihat, tapi semua orang akan menghadapi konsekuensi dari keputusan mereka, dan mereka tahu itu,” ujar Ceferin menambahkan.

Sebelumnya, 12 klub raksasa Eropa mengumumkan keikutsertaan mereka di dalam ESL. Enam klub dari Inggris, termasuk Manchester United dan Liverpool, tiga klub dari Italia yakni Juventus, AC Milan dan Inter Milan, serta tiga dari Spanyol, yakni Barcelona, Atletico Madrid, dan Real Madrid sebagai penggagas.

Namun, sejauh ini delapan klub sudah menyatakan menarik diri dari rencana kompetisi tersebut.

Tersisa Real Madrid, Barcelona, Juventus dan AC Milan yang masih bertahan. Hingga kini, keempat klub itu belum menyatakan batal ikut ESL, dan hal ini membuat UEFA kian geram.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini